Polisi Temukan Sembilan Mayat di Jalan Raya, Termasuk Lima Korban Mutilasi

25
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | INTERNASIONAL – Otoritas Meksiko menemukan sembilan mayat, lima di antaranya dimutilasi, di sebuah jalan di daerah pusat kekerasan mematikan di Guerrero.

Pejabat Meksiko mengungkapkan hal itu pada Senin (21/11/2016), setelah dua pelaut juga ditemukan tewas dibunuh di tempat di negara itu, akhir pekan lalu, seperti dilaporkan Agence France-Presse.

“Pada mayat sembilan pria itu ada tanda-tada penyiksaan” saat ditemukan, Minggu (20/11/2016) malam, di jalan lintas antara kota Tixtla dan Atliaca, wilayah Guerrero, kata kementerian keamanan.

Petugas kantor jaksa setempat telah menemukan “empat mayat yang terikat di kaki dan tangan,” dan mencatat bahwa otoritas juga menemukan lima kantor plastik hitam berisi potongan tubuh.

Komandan polisi Tixtla mengatakan, lima mayat telah dicincang-cincang (mutilasi) dengan beberapa potongan tubuh berserakan di luar kantor plastik itu.

Seorang komandan polisi Tixtla mengatakan, petugas sedang dalam proses untuk mengidentifikasi para korban dan diharapkan akan segera terungkap pelakunya.

Sementara itu setidaknya 10 orang tewas di sebuah resor di Acapulco, Guerrero, selama akhir pekan lalu usai sebuah kekerasan bersenjata, termasuk dua anggota Angkatan Laut.

Hal itu dijelaskan oleh Roberto Alvarez Heredia, juru bicara kelompok koordinasi keamanan negara bagian Guerrero.

Negara di bagian selatan Meksiko itu telah mengalami kekerasan panjang akibat ulah kartel narkoba yang giat menanam ganja dan opium di pegunungan terpencil.

Pertempuran sering terjadi di wilayah itu karena perebutan jalur atau rute perdagangan heroin di dalam dan ke luar negeri.

Acapulco, yang selama ini dikenal sebagai pintu masuk para selebriti kaya dari Hollywood, AS, sekarang telah berubah menjadi kota paling mematikan di Meksiko.

Tahun lalu, di antara 100.000 warga di kota itu setidaknya terdapat 111 kasus pembunuhan.

Lebih dari 170.000 orang tewas dan lebih dari 28.000 oramh hilang di Meksiko sejak pemerintah melancarkan serangan militer besar melawan peragangan narkoba, tahun 2006.

(kompas.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here