Isu Rush Money, Polisi: Rugi Jika Tak Punya Uang di Bank

39
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | KRIMINAL – Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Mabes Polri, Brigadir Jenderal Agung Setya meminta masyarakat tidak terpengaruh isu ajakan penarikan uang massal (rush money). Isu itu banyak beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Agung mengatakan aksi rush money rawan akan risiko tindak kriminal yang lebih besar dan bisa merugikan masyarakat sendiri. “Kalau seluruh dananya ditarik dari bank maka akan menyimpan uang tunai di tas atau dompet, ini bisa memicu pencurian dan pencopetan,” kata dia, di kantor Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jakarta, Senin, 21 November 2016.

Sehingga, Agung berujar, menyimpan uang di bank lebih aman dan memudahkan masyarakat dalam bertransaksi. Apalagi saat ini sistem pembayaran dan keuangan di Indonesia telah terintegrasi secara online. “Jadi ini hanya akan merugikan kalau tidak punya dana di bank.”

Agung pun meyakinkan masyarakat bahwa kondisi perbankan Indonesia seperti yang dikatakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam kondisi yang sangat baik. Masyarakat diminta tidak khawatir ketika harus menempatkan dananya di perbankan.

“Orang narik dana dari bank kalau bank sedang ada problem, nah sekarang tidak ada problem kok ada ajakan itu,” kata Agung lagi.

OJK maupun Bank Indonesia (BI) sebelumnya telah memastikan bahwa kondisi perbankan Indoneaia sehat, normal, dengan likuiditas yang mencukupi. Sehingga, perbankan dalam negeri dipastikan sanggup mendukung pengembangan aktivitas ekonomi ke depan.

(nasional.tempo.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here