USAI DIGUSUR, PKL PUNCAK GIGIT JARI

92
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Langkah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor membongkar ratusan lapak PKL yang Jalan Raya Puncak, Kecamatan Cisarua, dituding hanya membuang-buang anggaran.

Apalagi, sampai sekarang belum ada solusi dari Pemerintah Kabupaten Bogor, janji relokasi bahkan tak kunjung terealisasi dengan alasan belum adanya lahan.

“Ini yang kita sesalkan, seharusnya jangan dulu dibongkar, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Bogor menemukan lahan yang pas untuk menampung ratusan PKL yang mengais rezeki di tengah keramaian arus lalu lintas kawasan Puncak,” kata Anggota Komisi III DPRD Slamet Mulyadi, Senin (21/11).

Slamet  mengaku, mendukung kawasan Puncak tertib, tapi jangan sampai menghilangkan mata pencaharian orang. Kasihan gara-gara tempat usahanya hilang, banyak dari warga Puncak kini menganggur. Meski ada sebagian yang kembali berjualan, lantaran didesak kebutuhan hidup sehari-hari. “Kalau seperti ini, bukannya menyelesaikan masalah, tapi sebaliknya menambah persoalan baru,” ungkapnya.

Slamet meminta, para pengambil kebijakan di Kabupaten Bogor, untuk lebih bersinergi dalam menyusun program, termasuk dalam penataan PKL. “Untuk menata kawasan Puncak jangan dilakukan secara parsial, tapi harus menyeluruh dan melibatkan semua instansi terkait, karena menyangkut perut orang,” tegasnya.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan serta UMKM Dace Supriyadi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini sedang mencari lokasi yang pas untuk menampung PKL Puncak. “Ada dua lokasi yang cocok yakni di perkebunan teh Gunung Mas dan perkebunan milik PT. Cilwung. Kami sedang mengupayakan agar lahan milik perusahaan tersebut bisa dipinjam pakai,” katanya.

Dace mengatakan, setelah proses pinjam pakai lahan tuntas, tahap berikutnya Pemerintah Kabupaten Bogor berencana mendirikan lapak-lapak khusus untuk PKL yang telah didata. “Yang akan di relokasi ketempat baru hanya PKL yang sudah didata saja,” pungkasnya.

Berdasarkan data, PKL yang berjualan di pinggir Jalan Raya Puncak totalnya mencapai 800 orang, mereka umumnya berjualan hasil bumi dan panganan ringan khas Puncak.(bogoronline.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here