Berlatar Cemburu, Gadis Belia Dibunuh

49
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | KRIMINAL – Tim Manguni Polda Sulawesi Utara berhasil mengungkap misteri kematian Olisye Manginsihi (14), warga Malalayang Timur, yang jasadnya ditemukan warga pada Senin (14/11) lalu di jalan Ring Road Manado.

Hal itu terungkap setelah Tim Manguni Polda Sulut berhasil meringkus tiga perempuan pelaku pembunuhan terhadap siswi SMP tersebut, yaitu S, T dan L, Selasa (15/11)

Terungkapnya kasus ini berawal dari pengembangan oleh Tim Manguni dan pemeriksaan terhadap seorang saksi kunci, GMT alias T, warga Tombulu, Minahasa (yang ternyata juga terlibat dalam pembunuhan).

Dituturkan T, Senin (14/11) sekitar pukul 03.00 WITA, dirinya bersama korban, S dan L, menenggak minuman keras yang dicampur obat keras di Tugu Lilin, Kawasan Marina Plaza, Manado. Satu jam kemudian, terjadi adu mulut antara korban dengan pelaku S, karena korban dituduh menyukai pacar S.

Keributan ini berhasil diredakan oleh T, namun beberapa saat kemudian berlanjut dengan perkelahian. Emosi, S mengambil batu lalu melemparkannya tepat di belakang kepala korban. Kerasnya lemparan menyebabkan korban terjatuh. Saat korban berusaha berdiri, S mengambil kayu dan memukulkannya di bagian yang sama serta tengkuk korban. Setelah dipukul dengan kayu, lanjut T, korban terjatuh namun bisa berdiri lagi dan melarikan diri dengan menumpang pengendara sepeda motor matic yang tak dikenal olehnya.

Atas keterangan dari T, tim akhirnya melakukan pengejaran terhadap pelaku S, yang berhasil dibekuk di rumahnya, di kompleks pekuburan Kecamatan Singkil.

Saat melakukan interogasi lanjutan dari tersangka T dan S, tim mendapati keterangan janggal. Hal ini disebabkan karena keduanya masih dalam pengaruh obat yang mereka campur dalam minuman keras. Tak menyerah, tim terus melakukan pendalaman. Akhirnya, diperoleh fakta mengejutkan bahwa korban ternyata dianiaya secara bersama-sama oleh S, T dan L.

Setelah korban tak sadarkan diri, ketiga pelaku menyeret korban ke jalan raya dan menghentikan mobil pick up. Korban dinaikkan ke bak mobil oleh T dan L, sedangkan S pulang ke rumah pacarnya di Kecamatan Singkil, Kota Manado. T dan L mengatakan kepada sopir jika akan mengantar temannya yang sedang mabuk berat.

Ketika mobil melintas di ring road, kedua perempuan ini meminta sopir untuk menurunkan mereka di lokasi tersebut. Setelah menurunkan ‘penumpang gelap’, sopir dan kendaraan yang belum diketahui identitasnya ini pun melanjutkan perjalanannya. Sedangkan T dan L, membuang jasad korban di sekitar lokasi, lalu pulang ke rumah masing-masing.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sulut, Kombes Pol Pitra Ratulangi, membenarkan penangkapan tersebut. “Dari hasil pengembangan lanjut, juga diamankan seorang pria, Y alias Aba (55), yang diduga mencabuli korban di rumah kostnya, Minggu (13/11) sore,” ujar Dirreskrimum.

Diketahui, korban telah diotopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Manado, Selasa (15/11) dan ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan luka robek pada alat vitalnya.

“Y juga sering mencabuli tiga pelaku dengan mencampur obat pada minuman keras. Status Y masih sebagai saksi terkait urutan peristiwanya, dimana korban dan ketiga pelaku sebelum kejadian berada di rumah kost Y,” jelas Dirreskrimum.

Tiga pelaku, tambah Dirreskrimum, saat ini sudah ditahan. “Tim juga berhasil menyita barang bukti berupa batu kali dan sepotong kayu yang digunakan para pelaku untuk menganiaya korban. Kasus ini ditangani Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sulut,” pungkas perwira menengah yang akan menjalani pendidikan Sespimti Polri ini,” tandasnya (Rhendi Umar)(mediasulut.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here