Waspada! DBD Mulai Mengintai

28
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | INTERNASIONAL – Peralihan cuaca identik dengan munculnya penyakit musiman. Selain infeksi saluran pernapasan dan pencernaan, wabah Deman Berdarah Dengue (DBD) tetap mengintai. Untuk itulah, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan. Pasalnya, genangan air menjadi wadah ideal pengembangbiakan nyamuk termasuk Aedes Agepty.

Di Sultra, indikasi penyebaran wabah DBD kembali terdeteksi. Hanya saja, jumlahnya relatif kecil. Yang patut diwaspadai, penyebaran kasus DBD ini tidak hanya pada daerah endemik. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus DBD hampir menyebar di semua daerah termasuk wilayah yang sebelumnya bukan endemik.

“Kasus BDB di Sultra relatif konstan. Daerah mana yang tidak menjaga kebersihan lingkungan, kasus-kasus DBD cukup banyak. Contohnya di Kendari, hampir semua daerah berpeluang. Upaya konkretnya bagaimana menjaga kesehatan dan menggalakan program M-Plus. Kalau batuk atau demam agak lama segera periksa kesehatannya ke dokter. Jangan ditunda-tunda nanti efeknya akan lebih besar,” kata dr. Asrum Tombili, Kepala Dinas Kesehatan Sultra, Rabu (16/11).

Kasus DBD awal tahun ini kata mantan Direktur RSJ Sultra, harus menjadi pelajaran. Makanya, pemerintah mulai melakukan upaya penanganan. Jangan sampai Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD terulang kembali. Pemerintah di kabupaten/kota pun telah diimbau mulai melakukan langkah antisipasi terutama penyakit yang identik dengan musim peralihan. Bila melihat cuaca kata mantan Direktur RSUD Konawe ini, potensi KLB DBD tidak terjadi. Menurutnya, musim peralihan kali ini tidak begitu lama atau hanya sebulan. Berbeda pada periode sebelumnya yang berlangsung hingga dua bulan. Pola cuaca musim peralihan cukup ideal pengembangbiakan nyamuk Aedes Agepty.

“Kalau cuacanya, hujan lalu diselingi panas. Makanya, sangat berpotensi pengembangbiakan nyamuk. Karena genangan air cukup banyak. Tapi kalau hujan terus-menerus, jentik nyamuk

rena jentik nyamuknya ikut hanyut,” kata mantan Kepala Dinkes Konawe. Bukan hanya cuaca katanya, pola KLB DBD tidak terjadi setiap tahun. Berdasarkan pengalaman, periode KLB DBD ini berlangsung antara dua hingga tiga tahun, bahkan lebih. Makanya, ia yakin tidak terjadi. Namun demikian, pemerintah tetap melakukan langkah antisipasi. Tidak hanya DBD, namun juga untuk kasus musim lainnya seperti infeksi saluran pernapasan dan pencernaan. Bila kondisinya tubuh kurang fit, segera berkujung ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat. (Amal)(fajar.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here