Trump Sanggah Laporan soal Transisinya dalam Gejolak

27
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | INTERNASIONAL – Presiden AS terpilih, Donald Trump, Rabu (16/11/2016), menyangkal berbagai laporan adanya perseteruan keras di antara para penasihat utama tim transisinya.

Trump mengatakan, tim transisinya “berlangsung sangat mulus”. Ia  menyangkal laporan-laporan adanya perseteruan mengenai jabatan-jabatan penting keamanan nasional dalam pemerintahan barunya.

“Proses yang sangat teratur berlangsung, sementara saya memutuskan jabatan kabinet dan banyak lagi posisi lainnya,” kata Trump lewat akut Twitter-nya.

 “Hanya saya yang mengetahui siapa finalisnya,” kata Trump seperti dilaporkan Voice of America, Kamis (17/11/2016), pagi WIB.

Komentar Trump itu dikemukakan menyusul laporan-laporan media AS bahwa tim transisinya diwarnai gejolak.

Gejolak itu terjadi setelah para pembantunya mendepak dua penasihat keamanan nasionalnya dari kelompok transisi itu.

Trump mengatakan bahwa ia sudah berbicara dengan sejumlah pemimpin dunia sejak kemenangannya yang mengejutkan minggu lalu dalam kampanye pemilu presiden yang panjang tahun 2016.

Pembicaraan itu termasuk dengan pemimpin dari China, Rusia, Inggris, Arab Saudi, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.

Trump secara khusus menyebut The New York Times atas laporannya mengenai upaya-upaya tim transisinya, dengan mengatakan salah satu surat kabar terkemuka di dunia kecewa karena tampak bodoh dengan liputan mereka mengenai dirinya.

Ia mengatakan laporan surat kabar itu mengenai transisi adalah sangat salah.

Presiden terpilih itu juga menyangkal laporan media cetak lain bahwa ia berusaha untuk memperoleh “akses keamanan tingkat tinggi” bagi tiga anaknya yang sudah dewasa.

Ketiganya adalah Donald Trump Jr, Eric Trump, dan Ivanka Trump serta kemungkinan suami Ivanka, Jared Kushner. Mereka semua disebut memberi saran kepada Trump mengenai jabatan-jabatan penting dua bulan sebelum pelantikannya 20 Januari 2017.

Trump memasang pesan di akun Twitter-nya, “Ini (adalah) laporan yang tidak benar”.

Trump, Selasa (15/11/2016), bertemu di lantai 26 gedung pencakar langit Trump Tower di New York dengan wakil presiden terpilih Mike Pence mengenai jabatan-jabatan urusan luar negeri dan keamanan nasional.

Sebagian dari pembicaraan itu berpusat pada apakah akan menunjuk mantan walikota New York Rudy Giuliani sebagai Menteri Luar Negeri AS.

Giuliani kini berusia 72 tahun dan tidak punya pengalaman kebijakan luar negeri tapi ia adalah pendukung setia Trump selama kampanyenya melawan Hillary Clinton dari Partai Demokrat.

Selain itu, Giuliani sering tampil pada acara-acara televisi membela pencalonan Trump.

(internasional.kompas.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here