Puluhan Sopir Angkot di Bogor Terjaring Razia KTR

37
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Puluhan sopir yang merokok di dalam angkot terjaring razia oleh petugas gabungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor, dan Aliansi Anti Rokok (Amar), di Taman Topi, Rabu (16/11/2016).

Razia terhadap para sopir angkot tersebut merupakan pelaksanaan Tindakan Pidana Ringan (Tipiring) Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Razia ini rutin dilakukan oleh Pemkot Bogor setiap satu bulan sekali.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang juga turun langsung dalam penjaringan tersebut mengatakan, puluhan sopir angkot dijaring karena ketahuan merokok saat menarik penumpang dan langsung ditertibkan untuk dilakukan sidang.

“Hal ini dilakukan karena banyak keluhan dari warga yang terganggu dengan banyaknya sopir angkot yang merokok. Sehingga masyarakat tidak nyaman dan kita lakukan Tipiring KTR sebagai tindakan tegas untuk diberikan sanksi oleh Kejari dan Pengadilan Negeri (PN) Bogor,” tuturnya kepada Infonitas.com di Taman Topi, Rabu (16/11/2016).

Bima Arya juga mengatakan, dirinya telah memeriksa masing-masing SKPD yang ada di Balaikota Bogor. “Kita coba tertibkan ke Balai Kota, memang belum ditemukan pelanggaran, tetapi kita lakukan pengecekan secara rutin tiap bulanya,” katanya.

Bima menjelaskan, dirinya telah menurunkan 5 tim untuk melaksanakan tipiring KTR di Taman Topi, DPRD, sekolah-sekolah dan gereja pada hari ini (Rabu, red). “Ini bukan lagi bentuk sosialisasi melainkan tindakan tegas yang diberlakukan untuk masyarakat,” tegasnya.

Menurut Bima, mayoritas masyarakat sudah mengetahui didalam ruangan dan tempat-tempat kawasan tanpa rokok dilarang untuk tidak merokok. “Sanksi untuk masyarakat dikenakan denda sedangkan untuk PNS dikenakan denda serta masuk catatan hitam di BKPP Kota Bogor,” tuturnya.

Tak hanya puluhan sopir angkot yang terjaring, akan tetapi puluhan asbak rokok juga berhasil disita dari setiap SKPD yang ada di Balaikota serta DPRD Kota Bogor.

Sementara itu, dilokasi yang sama, Kepala Dinkes Kota Bogor, Rubaeah menjelaskan, masyarakat yang telah terjaring dan melanggar akan disidang di Taman Topi. “Mereka dikenakan denda sebesar Rp50ribu sesuai aturan yang ditetapkan dan kegiatan ini rutin dilaksanakan untuk menertibkan seluruh masyarakat yang melanggar Perda KTR,” pungkasnya.(infonitas.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here