Teknologi Ramah Lingkungan untuk Data Center

407
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | TEKNOLOGI – PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) berfokus pada layanan pengelolaan data center telah mulai beroperasi sejak Juli 2016. Vice President Sales Graha Teknologi Nusantara, Tjetjep Dharmawan mengatakan, teknologi digunakan GTN adalah greenalias ramah lingkungan sudah diterapkan di GTN Data Center mulai dari cold aisle containment system (CACS).

“Model ini merupakan suatu desain data center dengan tata ruang untuk rak-rak server berbentuk lorong-lorong. Sehingga udara dingin dihembuskan secara kontinyu ke setiap lorong, untuk membuang panas yang dihasilkan dari kumpulan server. Tujuannya agar hemat energi dan biaya pendinginan,” jelasnya.

Menurut Tjetjep, ini membuktikan kesungguhan dan fokus GTN Data Center dalam menyediakan fasilitas dan kualitas layanan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia, seperti di bidang bisnis online, cloud, industri keuangan, telekomunikasi, dan sebagainya.

Berdiri di atas tanah seluas 1.5000 meter persegi di Lippo Cikarang, Jawa Barat. Konon GTN Data Center telah siap dengan fasilitas tahap awal berupa bangunan dua lantai dengan kapasitas 2.000 rak server.

CEO Graha Teknologi Nusantara (GTN), Richard Kartawijaya mengatakan, ini merupakan data centre pertama di Indonesia yang dibangun dengan mengacu pada standar Internasional ternama dari ANSI/TIA-942.

“Kami siap menampung permintaan klien yang terjun ke industri bisnis online, industri keuangan dll dengan 2.000 rak server. Ke depannya, secara bertahap kami akan kembangkan GTN Data Center hingga 40.000 meter persegi dengan lebih dari 20.000 rak server dengan bangunan 8 lantai,” ujarnya saat konferensi pers GTN di FX Senayan, Jakarta, Selasa (15/11/2016).

(CEO Graha Teknologi Nusantara (GTN), Richard Kartawijaya).

“Di lokasi ini pengalaman operasi data, sistem keamanan sudah di-setting tinggi dan jauh dari bencana alam seperti tsunami, gempa bumi dan sebagainya. Proses pembangunannya pun memakan waktu sekira 7-10 bulan,” sambung dia.

Selain itu, anak usaha dari PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) tersebut juga mengumumkan keberhasilan meraih sertifikasi ANSI/TIA-942:2014 Rated 3.

“Untuk mendapatkan sertifikasi Rated 3 kami membutuhkan waktu sekira tiga bulan. Kami mulai beroperasi Juli 2016. Meski harus menempuh libur lebaran kemarin, tetapi proses sertifikasinya pun tetap berjalan, dengan bekerja keras, dan berusaha semaksimal mungkin,” pungkas Richard dalam kesempatan yang sama. (okezone.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here