Penuhi Panggilan Polisi, Ketum HMI Tetap ‘Puasa’ Bicara

38
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | KRIMINAL – Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Mulyadi P Thamsir kembali memenuhi panggilan penyidik Subdit Keamanan Negara, Direktorat Kriminal Umum, Polda Metro Jaya.

“Saya tidak memberikan jawaban apa pun karena dikhawatirkan keterangan yang saya berikan itu hanya dijadikan alat pembenaran saja atas pernyataan Kapolda yang mengatakan HMI provokator dan dalang kericuhan,” kata Mulyadi kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (15/11/2016) malam.

Dia menambahkan, dirinya menerima 50 pertanyaan dari penyidik terkait peran HMI dalam aksi unjuk rasa Bela Islam, Jumat (4/11/2016) lalu.

“Seputar itulah pertanyaannya. Pertanyaan pada saat aksi, bukti administratif hubungan antara saya dan teman HMI yang saat ini ditahan,” jelasnya.

Penolakan dalam menjawab pertanyaan penyidik, menurutnya adalah hak dirinya sebagai saksi dan tidak ada pelanggaran hukum.

“Itu kan hak saya sebagai warga negara dan hak konstitusional yang saya gunakan. Justru saya datang ini sebagai bentuk sikap kooperatif,”ungkapnya.

Sebelummya, Mulyadi diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya pada Jumat(11/11/2016). Dalam pemeriksaan tersebut, Mulyadi menolak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh penyidik.

Usai pemeriksaan, Mulyadi menuju Mabes Polri untuk melaporkan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri atas tuduhan telah melakukan provokasi.

Seperti diketahui, polisi menangkap lima aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yaitu Amijaya Halim, Ismail Ibrahim, Rahmat Muni, Romadon Reubun, dan Muhammad Rizki Berkat dan telah ditetapkan sebagai tersangka, Selasa (8/11/2016). Mereka dijerat dengan Pasal 214 KUHP junto Pasal 212 KUHP tentang melawan aparat kepolisian yang sedang menjalankan tugasnya, dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun.(kriminalitas.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here