MUI: Jika Tak Puas dengan Gelar Perkara, Pakai Jalur Hukum

34
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | KRIMINAL – Badan Reserse Kriminal Mabes Polri akan mengumumkan hasil gelar perkara kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada hari ini. Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta semua pihak menerima apapun keputusannya.

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis menyatakan apabila ada anggota masyarakat yang tak puas dengan hasil gelar perkara, sebaiknya menggunakan jalur hukum.

“Jangan sampai keluar dari koridor hukum. Kalau ada yang tidak puas, jangan sampai menegakkan hukum dengan melanggar hukum. Masing-masing kalau kita percaya hukum, maka akan menempuhnya dengan jalur hukum,” tutur Cholil, Rabu (16/11), seperti dilansir detikcom.

Cholil menyatakan proses gelar perkara berjalan baik dan masing-masing pihak telah menyampaikan pendapatnya.

“Semua pendapat kan sudah didengar kemarin, kami harap putusan ini bisa kami terima,” kata Cholil.

Menurut Cholil, lewat proses gelar perkara, penegak hukum akan dapat melihat fakta yang sebenarnya dan proses hukum harus dihormati.

“Tentunya penegak hukum bisa melihat dengan nyata mana kebenaran yang sebenarnya. Di saat yang sama kami juga mengontrol penegakkan keadilan dan objektifitas dari penegak hukum,” ujar Cholil.

Sebelumnya, tim advokasi pandangan dan sikap keagamaan MUI menyatakan akan mengajukan gugatan praperadilan jika pada gelar perkara Ahok dinyatakan tidak bersalah.

“Kalau polisi dalam kesimpulan gelar perkaranya berpandangan bahwa tidak ditemukan dugaan penistaan dan penodaan agama, kami akan lawan dengan mekanisme hukum, yaitu mengajukan praperadilan,” kata Koordinator Tim Advokasi MUI Ahmad Yani.

Sikap Muhammadiyah

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azar Simanjuntak memberikan komentar soal hasil gelar perkara. Dia meminta semua pihak menahan diri.

“Pertama tentu kita mengimbau semua pihak untuk menahan diri itu penting, tetap merawat nalar,” kata Dahnil.

Dahnil meminta kepolisian agar berlaku obyektif dalam menyelidiki kasus dugaan penistaan agama yang menyeret Ahok. Apalagi sebelum digelar banyak praduga dari masyarakat soal adanya intervensi dari sejumlah pihak untuk melindungi Calon Gubernur DKI nomor urut 2 itu.

Dahnil menganggap adanya tudingan keberpihakan polisi dalam pada Ahok sebagai hal yang justru makin memanaskan suasana. (yul)(cnnindonesia.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here