Mie Lethek Mbah Mendes, Sediakan Mie Lethek yang Nendang dan Sehat

198
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | KULINER – Yogyakarta adalah salah satu daerah yang menjadi surga kuliner di Indonesia.

Beragam jenis kuliner mulai dari kuliner tradisional beberapa daerah, hingga western ada di kota ini.

Meski demikian, kuliner tradisional asli Jogja tetap memiliki tempat tersendiri bagi warganya, atau mereka yang sedang berada di kota pelajar ini.

Salah satu kuliner khas Yogyakarta yang cukup unik dan wajib anda coba adalah mi lethek.

Dalam bahasa Jawa lethek berarti kotor/ kusam. Nama ini digunakan karena mi khas Yogyakarta, khususnya daerah Bantul ini memang tampilannya kusam dan terkesan kurang menarik.

Tetapi soal rasa, mi yang terbuat dari tepung tapioka (ketela) tersebut tidak kalah dengan mi lainnya.

Dari beberapa tempat makan yang menyajikan mi lethek, warung makan Mie Lethek Mbah Mendes adalah salah satu yang wajib dicoba.

Meskipun hadir belum terlalu lama, yakni sejak November 2014, tetapi mie lethek Mbah Mendes sudah memiliki banyak pelanggan.

Selain rasa, dengan mengusung konsep warung makan tradisional yang sehat menjadikannya berbeda dengan warung makan kebanyakan.

“Semua makanan yang ada di sini diolah tanpa menggunakan bumbu penyedap atau msg,” ujar Hanung Sudibyono selaku pemilik Mie Lethek Mbah Mendes.

Lebih lanjut dia mengatakan, mi lethek yang menjadi andalan tempat makannya juga bahan makanan sehat karena rendah gluten (gula) dan sama sekali tidak menggunakan bahan pengawet.

Mi yang menyerupai bihun tetapi dengan tampilan lebih kusam tersebut diolah menjadi berbagai menu.

Mi lethek godog, mi lethek goreng, plencing godog, plencing goreng, adalah beberapa menu andalannya.

Menu mi lethek godog hampir menyeruapai bakmi jawa godog. Mi lethek dimasak bersama sejumlah sayuran seperti loncang, sledri, wortel, serta tambahan telur, dan daginga ayam kampung.

Untuk kuah digunakan kaldu ayam kampung yang rasanya benar-benar gurih. Meski tanpa menggunakan msg, menu ini begitu terasa gurih dan nendang. Hal ini karena racikan yang pas dari beberapa bumbu yang digunakan.

Dikatakan Hanung, penggunaan bawang putih dan kemiri yang berani membuat olahan mi lethek Mbah Mendes terasa nendang.

Untuk menu plencing, hampir sama dengan mi lethek godog ataupun goreng. Yang membedakan adalah citarasa plencing lebih manis dan pedas.

Rasa yang berbeda ini karena untuk menu plencing (baik godog dan goreng) menggunakan tambahan kecap dan irisan cabai rawit.

“Konsumen bisa memilih level pedas dari menu plencing yang mereka pesan,” jelas Hanung.(tribunnews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here