Kota Bogor Segera Bentuk Badan Narkotika

31
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR –  Cukup tingginya kasus Narkoba di Kota Bogor membuat Pemerintah Kota Bogor mengajukan pembentukan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK). Pengajuan tersebut disampaikan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat.

Saat ini, Pemkot Bogor berkoordinasi dengan Polresta Bogor Kota terkait aparat kepolisian sebagai pemimpin BNNK Bogor mendatang.

Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip menuturkan, berkaitan dengan narkoba komitmen Pemkot Bogor pembuktian kepada masyarakat untuk melawan narkoba. Pendirian BNNK sendiri murpakan mimpi Pemkot Bogor. Pemkot Bogor juga sudah mengusulkan segala persyaratannya ke BNN Pusat.

“Namun masih terganjal anggaran yang belum dimiliki untuk pemberantasan Narkoba di Kota Bogor karena belum ada BNNKnya. Untuk kantor sudah diusulkan di Kelurahan Kayumanis, tinggal berkaitan dengan personil siapa yang pantas mengurus organisasi BNNK Bogor, kordinasi kami terus dilakukan dengan pihak kepolisian,” ungkapnya kepada INILAH, Rabu (16/11/2016) siang.

Menurut Ade, Pemkot Bogor bisa saja meminta aparat kepolisian untuk menjadi kepala BNNK Bogor. Proses pembentukan juga semua sudah di kordinasikan dengan Muspida ataupun perwakilannya.

“Kondisi sekarang Lembaga Pemsyarakatan (LP) Paledang penuh dengan kasus narkoba, di Kota Bogor kasus tinggi adalah narkoba. Pemakai yang hanya ikut-ikutan ada program tidak harus di penjara tapi diperlukan assement menyatakan mana pemakai dan pengedar,” tambahnya.

Sementara Kasat Reserse Narkoba Polresta Bogor Kota AKP Yuni Purwati berjanji akan terus memerangi peredaran narkoba dan menekan angka penyalahgunaan narkoba. Menurut dia, kasus narkotika menunjukkan angka cukup tinggi sehingga harus diberikan pemahaman kepada anak sekolah, mahasiswa sampai ke masyarakat untuk memerangi dan menjauhi narkotika.

“Penyuluhan tentang bahaya dan dampak narkotika terus dilakukan kepada seluruh kalangan masyarakat, jika perlu sampai ke tempat angkutan umum ataupun ojek online. Kami sampaikan ke mereka bahwa kondisi terkini sudah hampir merah, padahal sebelumnya dari awalnya ijo kemudian kuning,” terangnya.

Ia juga berinovasi, membawa sosialisasi dengan cara yang masuk ke anak muda, masuk melihat kondisi anak muda. Untuk itu dicontohkan hal yang membuat mereka takut mencoba narkoba, dilihat hukumannya juga dijelaskan secara detail. “Untuk pembedaan mana pemakai dan pengedar itu bisa dijelaskan oleh pihak Kejari Bogor saat persidangan,” tambahnya.(inilahkoran.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here