Warga DIY Diminta Manfaatkan Alat Komunikasi Cegah Kamtibmas

66
SHARE

BHARATANEWS.ID | KRIMINAL – Kepala Kepolisian Resor Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta AKBP Burkan Rudy Satria SIK meminta masyarakat untuk dapat memanfaatkan alat komunikasi (Alkom) guna membantu mencegah gangguan keamaman dan ketertiban masyarakat.

“Saat ini alat komunikasi banyak dimiliki masyarakat, seperti handytalky (HT) maupun telepon selular, alat-alat komunikasi tersebut diharapkan juga dapat dimanfaatkan untuk mencegah atau menekan gangguan Kamtibmas,” kata Burkan Rudy Satria pada sarasehan Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri di Rumah Dinas Wakil Bupati Sleman, Minggu (30/10).

Ia mengatakan Senkom diharapkan untuk lebih aktif memanfaatkan sarana komunikasi yang dimiliki dalam menjaga Kamtibmas di masyarakat.

“Mungkin kebersamaan teman-teman Senkom berawal dari hobi menggunakan HT. Dari semula hanya untuk membicarakan hal-hal enteng, bisa ditingkatkan menjadi sesuatu yang bermanfaat,” katanya.

Menurut dia, jaman sekarang HT tidak selangka dulu, ponsel android pun bisa dipasangi aplikasi HT.

“Saat ini alat-alat komunikasi lebih beragam dan lebih canggih, sehingga akan lebih bermanfaat jika alat-alat komunikasi tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan positif,” katanya.

Ia juga berharap masyarakat membantu dalam memerangi peredaran minuman keras ilegal.

“Saya harap bisa disampaikan ke keluarga dan masyarakat di sekitar, kami akan menindak tegas siapapun yang terlibat dalam peredaran minumas keras ilegal,” katanya.

Sedangkan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun meminta Senkom untuk meningkatkan kapasitas yang dimiliki baik dalam hal wawasan maupun koordinasi internal dan eksternal organisasi.

“Sleman sebagai daerah tujuan pendidikan dan pariwisata, menuntut kita semua untuk senantiasa menjaga citra Sleman dan DIY yang nyaman dan kondusif,” katanya.

Menurut dia, bergulirnya roda kehidupan masyarakat, sangat tergantung dengan terciptanya suasana yang aman dan kondusif, jauh dari konflik dan maraknya kriminalitas.

“Marilah bersama-sama kita ciptakan kondisi wilayah Sleman yang aman, nyaman dan kondusif,” katanya.

Beberapa potensi ancaman kamtibmas yang terungkap dalam sarasehan tersebut antara lain penyalahgunaan Napza dan perdagangan minuman keras ilegal, potensi kenakalan remaja yang cenderung melakukan tindak kriminal, serta kewaspadaan dini dalam penanggulangan bencana.

Sebagai LSM yang bergerak di bidang peningkatan kesadaran masyarakat tentang hukum dan kamtibmas, Senkom Mitra Polri memang juga terlibat dalam kedaruratan bencana. (bus/ant)(skalanews.com)