UNICEF: 300 Juta Anak-Anak Hirup Udara Berpolusi

59
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | INTERNASIONAL – Sekitar 300 juta anak-anak di seluruh dunia menghirup udara berpolusi yang dapat menyebabkan kerusakan fisik serius, termasuk terhadap perkembangan otak. Demikian disampaikan agensi pendanaan anak-anak PBB atau UNICEF dalam sebuah studi terbaru yang dirilis Senin (31/10/2016).

Hampir satu dari tujuh anak di kancah global menghirup udara di ruang terbuka yang sedikitnya enam kali lebih kotor dari batas standar internasional. UNICEF menyebut polusi udara adalah faktor utama yang memengaruhi tingkat kematian anak-anak.

UNICEF merilis studi terbarunya sepekan sebelum dialog tahunan mengenai perubahan iklim di Maroko pada 7-18 November mendatang. UNICEF mendesak para pemimpin dunia untuk segera bertindak untuk mengurangi polusi udara di negara masing-masing.

“Polusi udara adalah faktor penyumbang utama terhadap kematian sekitar 600 ribu anak-anak di bawah lima tahun. Polusi juga mengancam kehidupan serta masa depan jutaan anak lain pada setiap harinya,” ucap Anthony Lake, direktur eksekutif UNICEF, seperti dikutip AFP.

“Polutan tidak hanya merusak perkembangan paru-paru anak. Polutan dapat melintasi dinding pembatas di otak dan secara permanen merusak perkembangannya. Tidak ada masyarakat yang boleh mengabaikan masalah polusi udara,” tegas Lake.

Melalui serangkaian foto satelit, UNICEF mengonfirmasi sekitar dua miliar anak-anak tinggal di area yang kualitas udaranya mengandung polusi melebihi batas aman internasional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


Wilyah Changchun di Tiongkok tertutup kabut asap. (Foto: AFP)

Udara itu tercemari emisi kendaraan bermotor, bahan bakar fosil, debu, hasil pembakaran dan polutan udara lainnya.

Asia Selatan adalah area dengan jumlah terbesar anak-anak yang tinggal di lingkungan semacam itu dengan angka mencapai 620 juta. Posisi kedua diikuti Afrika dengan 520 juta dan Asia Timur serta Pasifik dengan 450 juta.

Studi UNICEF juga mengamati polusi udara di ruang tertutup, yang biasanya ditimbulkan pembakaran batubara dan kayu untuk memasak serta penghangat ruangan.

Polusi udara di ruang terbuka dan tertutup terkait dengan pneumonia dan penyakit pernapasan lainnya yang menyumbangkan satu dari 10 kematian anak-anak di bawah umur lima. Data tersebut meyakinkan UNICEF bahwa polusi udara sangat berbahaya bagi anak-anak.

Menurut UNICEF, anak-anak lebih rentan terkena imbas buruk polusi udara ketimbang orang dewasa karena paru-paru, otak dan sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang. Anak-anak paling rentan terkena penyakit akibat polusi udara adalah yang hidup di bawah garis kemiskinan, yang cenderung sakit-sakitan dan kesulitan mengakses jasa kesehatan.(internasional.kompas.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here