Tiga Oknum Polisi Disanksi

75
SHARE

BHARATANEWS.ID | KRIMINAL Razia gabungan Detasemen Polisi Militer (Denpom) II Sriwijaya dengan Polisi Militer Angkatan Laut, Propam Polda Bengkulu dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu menjaring 3 anggota polisi yang sedang berkunjung di tempat hiburan, pada Minggu (30/10) sekitar pukul 02.00 WIB dinihari.

Tiga anggota polisi Iitu, Brigpol BM bertugas di Polres Lebong, Brigpol JO bertugas di Polres Mukomuko dan Brigpol DI bertugas di BNN terjaring di salah satu tempat karoke di Km 6,5 Kota Bengkulu. Tiga oknum polisi yang terjaring razia itu diberikan sanksi push up dan tilang. Disampaikan Dandempom II Sriwijaya, Letkol CPM (K) Sri Intan Situmorang, razia yang dilakukan sebenarnya mentargetkan anggota TNI yang melanggar disiplin dan tata tertib. Tetapi setelah melakukan razia ditiga tempat yang terkenal dengan hiburan malamnya didapati 3 oknum anggota polisi.

“Razia gabungan dilakukan untuk kegiatan penegakan hukum disiplin dan tata tertib khusus anggota TNI. Tetapi yang didapatkan malah 3 anggota polisi, ketiganya sudah diserahkan ke Propam untuk diproses lebih lanjut,” ujar Sri Intan.

Razia yang yang selesai pukul 04.00 WIB dinihari ini menjangkau 3 tempat hiburan malam yang cukup terkenal di Kota Bengkulu. Razia pertama, TNI dan polisi menuju eks lokalisasi di Pulau Baai. Meski hampir semua rumah di eks lokalisasi itu dirazia tidak ada satupun anggota TNI atau polisi ditemukan.

Suasana lokalisasi sendiri cukup sepi tidak banyak pengunjung yang datang. Kemudian tempat kedua, yakni di kafe Igo Tanah patah, meski cukup ramai kembali tidak ditemukan anggota TNI atau polisi berada di kafe tersebut. Tidak menemukan hasil didua tempat, tim kemudian menuju tempat Karaoke Defita di Km 6,5. Ditempat tersebut kemudian ditemukan 3 anggota polisi yang sedang asyik menyanyikan lagu saat digerebek. Tiga polisi berpangkat Brigpol tersebut kemudian mendapatkan sanksi dari Propam Polda berupa peringatan tilang dan push up.

Dandenpom akan rutin melakukan razia, agar tidak ada lagi anggota yang melakukan pelanggaran disiplin dan tata tertib terlebih lagi terlibat dengan narkoba dan tindak kriminal. Saat disinggung razia sudah bocor atau tidak, Dandempom menegaskan tidak bisa juga dikatakan jika sudah bocor. Karena rencana razia baru disampaikan ke beberapa anggota, rencana tersebut diberikan secara razia.

“Razia gabungan seperti ini akan rutin dilakukan, mencegah anggota terlibat narkoba, melanggar tata tertib dan disipiplin. Karena kita lihat di tempat yang kita razia tadi banyak terdapat minuman keras atau bahkan narkoba, sangat bahaya jika sampai anggota berada didalamnya,” pungkas Sri Intan.(167)(bengkuluekspress.com)