Semakin melejitnya sektor pariwisata Banyuwangi, berimbas pada peningkatan kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Mereka yang datang dengan kultur dan bahasa daerah asal, lambat laun bisa menggeser kearifan lokal warga lokasi tempat wisata.

62
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BUDAYA DAN PARIWISATA – Arsitek Komunitas Jogja (Arkomjogja) menggandeng maskapai penerbangan AirAsia dan Karang Taruna Desa Jagalan Kota Gede,  Jogja menggelar Jagalan Festival 2016 pada 29-30 Oktober.

Atraksi event itu adalah penggabungan antara heritage site, sejarah, dan eksistensi desa tua di Jagalan, Kotagede yang sampai sekarang masih eksis.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun cukup concerndengan potensi wisata kawasan Jogja, Solo, Semarang atau Joglosemar dengan ikon Borobudur. Menteri asal Banyuwangi itu meyakini segitiga emas pariwisata berbasis budaya di Joglosemar akan semakin kuat. Terutama jika komunitas seperti Arkomjogja lebih banyak lagi mengeksplorasi potensi sejarah, heritage dan budaya di Joglosemar.

“Kawasan ini, Jogja-Solo-Semarang adalah gudangnya. Karena itu harus lebih banyak lagi, agar orang tidak monoton hanya bertemu dengan destinasi wisata yang lama. Kelak harus selalu menemukan kreasi baru,” kata Arief.

Sedangkan Koordinator ArkomJogja, Uuli Kisrowo menjelaskan hal yang ditawarkan dalam Jagalan Festival. ”Inti festival ini adalah Jagalan Tlisih Telusur Kampung Pusaka yang menawarkan kesempatan pada pengunjung untuk mengeksplorasi artefak dan peninggalan sejarah sebuah desa yang berusia ratusan tahun,” ujarnya.

Yuli mengatakan, festival kali ini juga memperkenalkan rute baru telusur kampung yang akan membawa pengunjung melihat peninggalan Kesultanan Mataram yang terkenal. Jagalan adalah salah satu dari lima desa yang membentuk zona inti kawasan bersejarah Kotagede yang dulunya merupakan ibu kota kerajaan Islam pada abad ke-16.

“Wajah desa yang dikenal sebagai akar dari perdagangan perak sejak 500 tahun yang lalu telah banyak berubah selama 20 tahun terakhir dan kami berharap untuk menggunakan kesempatan ini agar lebih meningkatkan kesadaran pentingnya konservasi budaya kepada masyarakat, menyusul hasil positif sejak diluncurkannya Jagalan Tlisih Telusur Kampung Pusaka tahun lalu,” katanya.

Yuli pun mengucapkan terima kasih atas dukungan AirAsia. Melalui acara itu, AirAsia menegaskan komitmennya untuk senantiasa mendukung potensi pariwisata lokal melalui peluncuran Jagalan Festival yang berlangsung di kawasan bersejarah Kotagede, Yogyakarta, menyusul suksesnya inisiatif Jagalan Tlisih Telusur Kampung Pusaka tahun lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here