Polda-PPATK Telusuri Aliran Dana Indra P Simatupang

42
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | KRIMINAL Penyidik Polda Metro Jaya dan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menelusuri aliran dana anggota Komisi IX DPR RI Indra P Simatupang yang menjadi tersangka penipuan.

“Kita telusuri dananya ke mana saja,” kata Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Hendy F Kurniawan di Jakarta Minggu (30/10).

Hendy juga menuturkan penyidik kepolisian akan mengidentifikasi aset milik Indra guna memastikan asal dana untuk membeli aset terkait kejahatan atau tidak. Berdasarkan pemeriksaan sementara, ayah Indra yang juga mantan deputi di Kementerian BUMN diduga menerima 50 juta  rupiah dari uang penipuan tersebut.

Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya menahan anggota DPR RI Indra P Simatupang, tersangka dugaan tindak pidana penipuan investasi usaha minyak sawit senilai 96 miliar rupiah

Kepala Unit V Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Budi Towoliu mengatakan i juga menetapkan ayah dari Indra, Muwardy Simatupang dan staf Suyoko sebagai tersangka yang turut serta.

Budi menegaskan saat ini penyidik masih mendalami peranan mereka selanjutnya polisi juga akan menahan kedua tersangka tersebut.

Sebelumnya, pengusaha Louis Gunawan Khoe dan Yacub Tanoyo melalui pengacara Edy Winjata melaporkan Indra Simatupang ke Polda Metro Jaya terkait dugaan tindak pidana Pasal 378 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP tentang penipuan dan turut serta penipuan pada 15 Februari 2016.

Diketahui ayah Indra, Muwardy P Simatupang tercatat mantan Deputi Kementerian BUMN pada 2004. Penyidik memeriksa 10 saksi dan seorang ahli hukum pidana, serta menyita barang bukti lainnya sebelum menetapkan tersangka terhadap Indra

Pelapor telah menjalani kerja sama dengan Indra sejak 2013 dengan janji keuntungan 10 persen yang awalnya berjalan lancar namun memasuki April 2015 mulai terkendala pencairan keuntungannya. Namun pelapor mulai mengetahui bisnis investasi minyak sawit itu fiktif setelah Indra menyerahkan “check” kosong.

Para tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP tentang penipuan dan atau turut serta dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Ant/P-5(koran-jakarta.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here