Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Menewaskan 38 Orang di Yaman

54
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | INTERNASIONAL – Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi menewaskan paling kurang 38 orang, kata seorang pejabat pada hari Minggu (30/10/2016) waktu setempat.

Korban tewas tersebut adalah orang-orang yang mendiami bangunan-bangunan keamanan di bagian barat Yaman, termasuk penjara

Pejabat mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa 38 jenazah telah dipindahkan ke rumah sakit-rumah sakit di kota pelabuhan Hodeidah, yang telah dikuasai pemberontak Syiah Houti dan sekutu mereka sejak akhir 2014.

Pejabat, yang tidak bersedia namanya disebutkan, tidak memberikan angka rinci mengenai jumlah narapidana yang tewas dalam serangan Sabtu (29/10/2016).

Sebagian besar dari 40 lebih narapidana di fasilitas tersebut adalah musuh pemberontak Houthi yang didukung Iran menurut seorang sumber militer yang dekat dengan para pemberontak.

Sebelumnya, sumber-sumber aparat medis dan militer mengatakan bahwa jumlah narapidana dan pemberontak yang tewas dalam serangan udara di Zaida, utara Hodeidah, lebih dari 30 orang.

Di tempat lain, Sabtu, juga terjadi serangan ke bangunan-bangunan tempat tinggal dan menewaskan 17 orang serta melukai tujuh orang di medan tempur kota Salo, tenggara kota ketiga Yaman, Taez, menurut media yang dikendalikan pemberontak.

Situs sabanews.net menyebut empat serangan telah sepenuhnya menghancurkan tiga bangunan tempat tinggal.

Koalisi pimpinan Arab Saudi belum menanggapi laporan itu, namun seorang pejabat lokal yang setia pada pemerintah Yaman yang diakui internasional, mengatakan serangan udara keliru menghantam tiga rumah yang saling berdekatan.

“Semua yang ada di rumah-rumah itu tewas,” katanya kepada kantor berita AFP, menambahkan seorang anak dan tujuh perempuan ada di antara mereka yang tewas.

Pasukan yang setia pada Presiden Abedrabbo Mansour Hadi terkunci peperangan mematikan dengan pemberontak Syiah Houthi yang didukung Iran yang telah menguasai ibu kota Sanaa sejak 2014.

Konflik meningkat Maret tahun lalu ketika Arab Saudi melancarkan operasi milier untuk memukul mundur para pemberontak.

Konflik tersebut menewaskan hampir 7.000 orang, sebagian besar warga sipil, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa yang kesulitan meyakinkan pihak-pihak yang berselisih melakukan genjatan senjata dan memulihkan proses politik yang buntu.

(netralnews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here