Panitia FFI 2016 Gelar Parade Nominasi Film Terbaik

41
0
SHARE
BHARATANEWS.ID | FILM – Pada 26-28 Oktober 2016 lalu, Panitia Festival Film Indonesia (2016) mengadakan pemutaran film-film yang masuk dalam nominasi film terbaik di Plaza Senayan XXI. Lima layar lebar yang ditayangkan adalah Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara, Rudy Habibie, Surat Dari Praha, Salawakudan Athirah. Pada hari terakhir, diadakan pula konferensi pers dan diskusi dengan para pihak yang terlibat dalam produksi karya-karya tersebut.
Lukman Sardi, selaku Ketua Panitia FFI 2016, mengatakan jika lewat acara tersebut pihaknya ingin agar kemeriahan ajang apresiasi tertinggi insan perfilman nasional itu tidak hanya dirasakan oleh segelintir orang saja, tetapi juga khalayak umum. “Sesuai dengan tema tahun ini, yaitu restorasi, kami ingin melakukan restorasi secara keseluruhan terhadap dunia perfilman Indonesia,” ujarnya di XXI Lounge, Plaza Senayan, Jakarta Pusat.
Selain itu, bintang Sang Pencerah (2010) itu juga mengungkapkan kalau pihak panitia ingin menjaga momentum pertumbuhan jumlah penonton film Indonesia di bioskop. “Maka dari itu, masyarakat umum sebagai penonton merupakan bagian penting dari restorasi yang ingin kami wujudkan,” jelas Lukman.
Di sisi lain, produser Athirah Mira Lesmana pada sesi diskusi mengungkapkan jika ia dan tim tak pernah mengkhususkan membuat film untuk festival tertentu. Menurutnya, yang paling baik adalah membuat cerita-cerita yang penting dan memang menjadi keinginan Miles Films untuk dibuat.
“Biasanya kalau dari saya dan Riri (Riza), kami selalu mengejar realita, mencoba sedekat mungkin dengan kehidupan. Realisme adalah salah satu style yang Miles Films gunakan. Jadi, kami jarang misalnya membuat film yang sifatnya mungkin seperti mimpi, misalnya. Lebih dekat dengan kenyataan sehari-hari. Itu yang kami percayai,” ujar Mira.
“Dan mencoba sedekat mungkin dengan keindonesiaan serta lokalitas kita. Dan itu akhirnya kadang-kadang membawa kami ke beberapa festival, baik di dalam maupun luar negeri. Jadi sebenarnya dari seluruh film yang kami buat dari mulai Petualangan Sherina, Ada Apa Dengan Cinta?, itu tidak satupun yang tidak mengikuti festival, karena memang dia menjadi cerita yang akhirnya bisa mewakili dan menceritakan Indonesia,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here