Indonesia Darurat: Ada 5 Juta Pengguna Narkoba

58
SHARE

BHARATANEWS.ID | KRIMINAL – Pengguna narkoba di Indonesia mencapai lima juta orang dalam dua tahun terakhir, demikian Atase Polisi di Kedutaan Besar Repubrlik Indonesia Kuala Lumpur, Kombes Abi Nursetyanto.

Dia menyampaikan fakta itu saat menghadiri Kongres Persatuan Pelajar Indonesia se Malaysia di Serawak, Malaysia, Minggu kemarin. Beberapa jam kemudian, di Jakarta, polisi Polda Metro Jaya menangkap sopir truk dan kernetnya yang mengangkut 1 ton ganja.

Penjelasan Abi yang dikutip oleh Antara, sesuai dengan data BNN, yang menyebutkan jumlah pengguna narkoba di Indonesia hingga November 2015 mencapai 5,9 juta orang. Jumlah itu meningkat  1,7 juta orang dibandingkan jumlah pengguna di bulan Juni pada tahun yang sama, meskipun jumlah itu boleh jadi hanya puncak gunung es.

Dari RRC
Berbicara di Pondok Pesantren Blok Agung Banyuwangi awal tahun ini, Kepala BNN, Komjen Budi Waseso menyatakan, dengan jumlah itu, Indonesia saat ini sudah berada darurat bahaya narkoba.

Menurut Budi, di lingkungan ASEAN, Indonesia adalah pangsa pasar terbesar untuk penjualan narkoba, sedangkan negara terbesar pengimpor adalah RRC dan Thailand. Dia menjelaskan, pada tahun lalu, BNN mengamankan sekitar 3 ton sabu.

Penjelasan Budi bisa dibuktikan dengan maraknya penangkapan pengedar dan kurir narkoba, yang terungkap hampir setiap pekan. Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda pekan silam, BNN mengumumkan telah menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu, ekstasi, dan H5 yang dibawa dari Malaysia menuju Medan, Sumatera Utara. Jumlahnya: 39 kilogram sabu, 98.690 butir ekstasi, dan 50.000 butir H5.

Dua hari sebelumnya, BNN juga mengungkap transaksi keuangan hasil kejahatan narkotika selama setahun, senilai Rp 2,7 triliun. Kasus ini terbongkar setelah BNN mengamankan dua tersangka yaitu R (perempuan, 46 Th) dan JT (laki-laki, 42 Th), 17 Oktober 2016.

Dari Tangerang, pekan lalu polisi meringkus seorang warga RRC yang kedapatan menyimpan 110 kilogram sabu. Awalnya petugas menemukan 20 kilogram sabu di mobil yang digunakan tersangka. Setelah dikembangkan, polisi menemukan pabrik vulkanisir yang dijadikan gudang penyimpangan. Di bengkel itu, sabu disimpan di lima unit pompa hidrolik yang diimpor dari RRC.

Freddy Dilupakan
Dari Medan, anggota Brimob Polda Sumatera Utaramenangkap dua kurir narkoba Minggu kemarin. Dari dua tersangka, polisi mendapatkan sabu sembilan kilogram. Pada hari yang sama,Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengingatkan, bandar narkoba saat ini mulai mengincar lingkungan pesantren karena dinilai lebih aman.

Di luar penggerebekan dan penangkapan oleh polisi terhadap pengedar, kurir, dan pengguna narkoba, isu narkoba pada tahun ini menjadi berita setelah muncul pengakuan Freddy Budiman. Dalam pengakuannya kepada Koordinator KontraS, Haris Azhar pada 2014, Freddy antara lain menyebut keterlibatan sejumlah jenderal polisi dan tentara dalam bisnis narkoba. Dia bahkan menyebut telah menyetor Rp 450 miliar ke pejabat di BNN.

Pengakuan ini mencuat setelah Freddy dieksekusi. Beberapa lembaga kemudian membentuk tim pencari fakta, sebelum kasus ini kemudian dilupakan.(rimanews.com)