FILM KARYA SANTRI JAWARA DI AJANG NASIONAL

59
SHARE

BHARATANEWS.ID  | FILM – Film berjudul “Jika Salah karena Aku Berbeda” karya seorang santri bernama Andi Akil Miskil Khitam terpilih menjadi juara terfavorit dalam ajang Moviestival 2016 tingkat nasional.

Akil saat ditemui di Situbondo, Jawa Timur, menjelaskan pada ajang dengan tema “Nurani Bangsaku, Filmkan Nuranimu untuk Indonesia yang Lebih Baik” itu karyanya berhasil mengungguli 142 film indie dari seluruh Nusantara.

Akhirnya, film karya Andi Ahmad Miskil Khitam terpilih sebagai film terfavorit dalam ajang Moviestival 2016 di Bandung. Acara ini diselenggarakan oleh PT Pos & Komunitas Film Pendek Indonesia (KFPI).

“Saya tidak menyangka karya orang desa asli Sukorejo Situbondo bisa menang di ajang yang sangat bergengsi ini. Ini semua berkat dukungan dan kerja keras dari semua tim yang terlibat dalam pembuatan film ini,” ujar alumnus Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo yang didirikan oleh K.H.R. As’ad Syamsul Arifin dan kini diasuh oleh K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy ini.

Ia menjelaskan bahwa film karyanya itu menggambarkan seorang anak bernama Firman yang mengalami keterbelakangan mental dan mendapatkan perlakuan diskriminatif dari sekitarnya. Beruntung Firman memiliki seorang adik yang sikapnya lebih dewasa.

Ketika Firman mendapatkan perlakuan kasar, adiknya yang menjadi penolong bagi pemuda penyuka musik itu. Meskipun mendapatkan perlakuan kasar, Firman yang diperankan sendiri oleh Akil justru tidak dendam. Bahkan, ketika tokoh antagonis mendapatkan masalah utang piutang, Firman menolongnya dengan menjual alat musik piano kesayangannya.

Akil yang juga pemuda asli Sukorejo ini menjelaskan bahwa film yang dibuatnya mengandung pesan moral yang sangat dalam untuk menghargai perbedaan karena setiap orang terlahir unik dan berbeda.

“Maka, jadikanlah perbedaan itu indah dengan segala dimensi maknanya. Karena nurani bangsa kita merangkul semua perbedaan,” kata Akil.

Akil yang juga merupakan tim dari Internet Cerdas Indonesia (ICI) Situbondo sebelumnya juga pernah membuat Situbondo bangga lewat video parawisata yang dibuatnya.

Berkat video promosi tersebut, parawisata Situbondo lebih dikenal oleh netizen Indonesia. “Prestasi ini tentu sangat membanggakan Situbondo. Walaupun hidup di desa, pemuda desa tetap mampu bersaing di tingkat nasional. Salah satunya berkat teknologi internet, tempat kita bisa belajar dari mana saja dan dari siapa saja. Prestasi ini juga membanggakan dunia pesantren, apalagi kita baru saja memperingati Hari Santri 22 Oktober lalu,” katanya.

Saat ini, kata dia, pesantren tidak hanya melahirkan tokoh-tokoh agama, tetapi juga bisa malahirkan seniman besar. Ini seperti yang pernah dicita-citakan oleh K.H.R. As’ad Syamsul Arifin, ulama kharismatik pada masanya, dan dikenal sebagai mediator berdirinya organisasi NU.

“Kiai As’ad pernah dawuh (berkata), saya bercita-cita agar santri saya seperti santrinya Sunan Ampel, ada yang menjadi fuqoha (ahli agama), seniman, negarawan dan waliyullah (wali Allah). Cita-cita itu mungkin telah terwujud sekarang. Ada banyak nama-nama seniman besar yang ada di Situbondo, seperti Bapak Syamsul A. Hasan, Bapak Zainul Walid, Ahmad Sufiatur Rahman, Muhammad Nur Taufiq, dan lainnya,” kata Rahmat Saputra, pendiri Internet Cerdas Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa film karya Akil yang memenangi penghargaan ini sebagian ceritanya diangkat dari kisah nyata ini berhasil meluluhkan hati dewan juri untuk memilihnya sebagai film terfavorit. Di samping film ini, banyak karya lainnya yang bisa dilihat di youtube Mr. Akil Angelo.

Saat ini Akil sedang dikontrak eksklusif untuk membuat video dokumenter Serikat Tenaga Kerja Bongkar Muat PSTKBM) Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

“Saya sering katakan sejak bertahun-tahun lalu agar dia mengirimkan karyanya dalam berbagai kompetisi,” kata Rahmat, santri asal Aceh.

Akan tetapi, lanjut dia, Akil enggan dan merasa belum pantas. Padahal, jika yang bersangkutan mengirimkan karyanya, dia yakin menang sebab bukan hanya dirinya yang memujinya, seniman-seniman nasional juga banyak yang kagum dan memuji karyanya.

Menurut dia, Akil adalah sosok pemuda yang multitalenta dan memiliki keterampilan juga di bidang editing, musik, sutradara, dan aktor sekaligus. “Saya yakin dia akan menjadi seniman besar yang akan membawa nama harum Situbondo di tingkat nasional, bahkan internasional. Hal itu sudah mulai terbukti,” katanya.