PT. Sayaga Wisata Belum Lakukan MOU Dengan Desa Terkait Pengelolaan Wisata Gunung Kapur???

72
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) PT. Sayaga Wisata kini telah memasuki bulan ke dua dalam melakukan pengelolaan Wisata Gunung Kapur, namun hingga saat ini masih belum melakukan MOU atau perjanjian dengan beberapa pihak terkait yaitu Bupati, Pihak Investor PT. Exotica, Desa Bojong Indah dan Cogreg terkait pengelolaan tempat Wisata Gunung Kapur.

Dirut PT. Sayaga Wisata Supriadi Jupri menjelaskan setelah SK dari Bupati  turun pada tanggal 30 Agustus 2016,  seharusnya memang ada perjanjian dengan beberapa pihak terkait tetapi sebelumnya harus dibicarakan terlebih dahulu dengan Pemerintah Daerah..

“Sebulan yang lalu SK pengelolaan Wisata Gunung Kapur sudah turun. Nah dari SK itu nantinya ada perjanjian dengan Desa, perjanjian itu yang harus dibicarakan dengan Pemda. Kita Belum sempat bicara dengan Pemda, karena Pemda masih pada sibuk. Jadi hari senin nanti baru akan kita bicarakan”, tuturnya kepada bharatanews.

Menurut penuturan Supriadi Jupri, PT. Sayaga baru melakukan perbincangan saja dengan Desa dalam, hanya tinggal MOU nanti.

“Kita dikasih waktu 2 bulan untuk membuat MOU dengan Desa, jadi sekarang hanya tinggal 1 Bulan lagi dan kami akan melakukan perjanjian dengan Desa secepatnya”, ujarnya.

Salah satu Staff Desa Bojong Indah membenarkan pernyataan belum terjalinnya MOU PT. Sayaga denga Desa.

“Seharusnya PT. Sayaga punya itikad baik untuk mengajak Desa bikin MOU. Menurut saya, kalau Desa yang minta bikin kesepakatan, berarti dari PT. Sayaga atau PT. Exotica sebagai investor yang mengulur – ngulur waktu “, tuturnya.

Dalam permasalahan MOU tersebut, pihak Desa mengatakan Desa menunggu pengajuan dari PT. Sayaga untuk melakukan MOU. Sedangkan PT. Sayaga masih menunggu perbincangan dengan Pemda.

Dalam hal tersebut, PT. Sayaga dituntut keras untuk segera menyelesaikan MOU dengan pihak terkait, karena Diktum dalam isi SK Bupati No. 1, 6 dan 7 yang telah diturunkan kepada PT. Sayaga Wisata Bogor pada tanggal 30 Agustus 2016 lalu, terdapat pernyataan seperti ini:

“1. Menyetujui sewa menyewa tanah seluas 25.675 m2 dan bangunan seluas 6.213 m2 milik Pemerintah Kabupaten Bogor kepada PT. Sayaga Wisata Bogor untuk tempat wisata terletak di Desa Cogreg dan Desa Bojong Indah Kecamatan Parung, Dengan denah lokasi sebagaimana tercantum dalam lampiran Keputusan ini.”

“6. Pelaksanaan sewa menyewa tanah milik / dikuasai Pemerintah Kabupetan Bogor sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU diatur lebih lanjut dengan perjanjian sewa menyewa dan mengikat setelah ditandatangi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor dan Direktur Utama PT. Sayaga Wisata Bogor.”

“7. Jika dalam jangka waktu 2 (dua) bulan sejak keputusan ini ditetapkan, perjanjian sewa menyewa sebagaimana yang dimaksud dalam Diktum KEENAM tidak ditindaklanjuti akibat kelalaian PT. Sayaga Wisata Bogor, maka keputusan ini batal demi hukum”.

Pihak Desa mengharapkan agar PT. Sayaga segera melengkapi perjanjian dengan Desa agar semuanya bisa berjalan dengan lancar. (her/ry/jat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here