Menelusuri Jejak Sejarah Kuliner di Indonesia

63
SHARE

BHARATANEWS.ID | KULINER – Indonesa memang negara yang kaya raya. Selain memiliki kekayaan alam dan potensi pariwisata, Indonesia juga terkenal dengan kekayaan kulinernya. Tak heran bila Indonesia memiliki sajian dengan cita rasa terbanyak dari seluruh negara di dunia. Perpaduan lima rasa, asam, asin, manis, pedas, dan gurih terasa begitu nikmat dan menggoda lidah dalam sajian kuliner Indonesia. Kuliner yang dimiliki Indonesia juga muncul karena faktor sejarah latar belakang di baliknya.

Asal muasal jejak kuliner di Tanah Air memang sangat menarik dan unik. Beragam kekayaan kuliner yang ada di Tanah Air mulai dari makanan pembuka, makanan berat, minuman hingga makanan penutup pun memiliki ragam yang luar biasa baik dari segi bentuk, rasa hingga teksturnya.

Beberapa negara yang pernah hinggap di Indonesia inilah yang memegang andil perpaduan cita rasa kuliner di Tanah Air. Sebut saja Portugis, Belanda, Jepang, Pakistan, Iran, China, hingga daratan Eropa kala itu terus berburu ke Indonesia yang kaya akan rempah-rempah hingga hasil lautnya.

Idealnya, sejarah kekayaan kuliner di Indonesia ini ditelusuri, diabadikan, dan dipelihara. Setidaknya dengan memiliki catatan biografi soal kehadiran kuliner di Indonesia kian menguatkan identitas kuliner Indonesia, bahkan meminimalisir adanya klaim dari negara lain khususnya Malaysia.

KULINER BETAWI

Betawi atau Jakarta ini memiliki segudang kuliner yang terkenal lezat. Tapi, dengan dibombardir kehadiran masakan internasional membuat kuliner Betawi seakan terlupakan. Padahal, dari sisi cita rasa jauh lezat ketimbang kuliner Internasional.

Sejarawan Betawi, JJ Rizal, menuturkan kuliner memiliki nilai sama dengan produk kebudayaan lain. Di dalam kuliner ada kearifan lokal, artefak budaya yang menyimpan sejarah. Diakuinya, kecap, misalnya, kental diadaptasi dan dimodifikasi dari budaya Tiongkok.

“Dalam perkembangannya, kecap digunakan sebagai bumbu semur daging kerbau yang disajikan warga Betawi saat Lebaran,” jelasnya.

Menurutnya, jika Sumatera Barat menggunakan daging sapi untuk asupan proteinnya, lain halnya dengan Betawi yang lebih memilih daging kerbau.

Menurutnya, daging kerbau diambil dari tradisi Islam. “Kuliner Betawi ada unsur China yakni penggunaan kecap pada masakan semur betawi. Biasanya, semur kerbau dibagikan kepada tetangga saat Lebaran,” paparnya.

Kemudian sentuhan China juga ada pada nasi ulam, olahan nasi ini tidak dimasak dengan santan. Ciri khasnya taburan serundeng kelapa. Kemudian diberi tempe goreng, irisan dadar telur, ketimun iris dan daun kemangi. Tidak lupa kerupuk serta bawang goreng.

“Nasi Ulam adalah bukti hadirnya pengaruh dari berbagai budaya kuliner yang pernah singgah ke Jakarta. Dendeng dan Bihun Goreng merupakan pengaruh budaya Tionghoa. Perkedel merupakan “sumbangan” Belanda,” bebernya.

Selain China, ada unsur lain yang mengental pada masakan Betawi yakni dari unsur Belanda. Wajar saja bila Negeri Kincir Angin ini sangat kental pada masakan Betawi. Terlebih, Belanda sangat lama menjajah Indonesia. Salah satu kulinernya adalah kerak telor, Soto Betawi hingga Bir Pletok.

“Saat itu Jakarta banyak tumbuh pohon kelapa, dahulu kelapa melimpah. Buah kelapa sangat di manfaatkan oleh masyarakat Jakarta untuk membuat aneka masakan,” bebernya lagi.

Diakuinya, bir pletok tercipta karena masyarakat etnis Betawi kerap melihat orang Belanda suka minum bir. Sedangkan bagi masyarakat Betawi yang notabene mayoritas muslim, minuman beralkohol haram dikonsumsi. Alhasil terciptalah bir versi orang Betawi yang sama sekali tidak bikin mabuk dan tentunya bebas alkohol.

Ya, meski menggunakan kata ‘bir’, namun minuman ini sama sekali tidak mengandung alkohol. Justru termasuk dalam minuman sehat karena terbuat dari bermacam rempah berkhasiat. Seperti jahe, kayumanis, cengkeh, biji pala, kayu secang dan bahan lainnya.

Kemudian direbus dalam panci hingga sari dari rempah keluar sempurna dan berpadu dengan rebusan air. “Bir pletok bisa diminum siapa saja dan kapan saja. Paling enak dinikmati dalam keadaan dingin,” tuturnya.(Okezone.com)