KKP Undang Investor Tanam Modal Di Perikanan Budi Daya

39
SHARE

BHARATANEWS.ID | BISNIS – Kementerian Kelautan dan Perikanan mengundang para investor baik dalam dan luar negeri untuk berinvestasi di subsektor perikanan budi daya karena potensi sumber daya alam yang tergolong besar.

“Kami undang investor domestik dan internasional untuk berinvestasi di subsektor perikanan budi daya di Indonesia,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto saat membuka Konferensi Internasional Perikanan Budidaya (ICAI) di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (28/10/2016).

Menurutnya, potensi perikanan budi daya di Indonesia baru dimanfaatkan sekitar 2,7% dari total 12,1 juta hektare. Untuk itu, lanjutnya, pemerintah memberikan sejumlah kemudahan bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di sektor perikanan budidaya.

Pemberian kemudahan itu di antaranya provisi dan manajemen prosedur, akselerasi pelayanan hingga pajak impor untuk beberapa produksi.

Ke depan pihaknya akan meningkatkan produksi perikanan budidaya dengan membangun perikanan marin di laut lepas, teknikalisasi rumpon, pengembangan rumput laut, pengembangan sistem budi daya ikan pada lahan sawah atau mina serta pengembangan perikanan dan kelautan di pulau terluar.

Indonesia, kata dia, dikenal sebagai produsen kedua perikanan budi daya setelah China. China diproyeksikan menghasilkan sekitar 58,8 juta ton. Adapun, Indonesia meski penghasil perikanan budi daya terbesar kedua tetapi jumlahnya cukup jauh dari China yakni sekitar 14,3 juta ton pada 2014.

“Rumput laut Indonesia juga berkontribusi sebagai salah satu produsen terbesar di dunia dengan meningkat 10 kali lipat pada 2014 dibandingkan dengan 2005,” katanya seraya menambahkan dengan potensi itu menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat bisnis perikanan budi daya.