Keuangan Membaik, Twitter Tetap Rumahkan Ratusan Pegawai

39
SHARE

BHARATANEWS.ID | TEKNOLOGI –¬†Sebelumnya, Twitter telah mengumumkan rencananya untuk mengurangi jumlah pegawai sebelum pengumuman laporan finansialnya pada Kamis lalu. Pengurangan pegawai ini bertujuan membantu pengurangi biaya pengeluaran, akibat prediksi penurunan keuntungan Twitter.

Namun, laporan keuangan kuartal lalu perusahaan tersebut mengungkap keuntungan Twitter lebih baik dari yang diprediksikan, yaitu USD616, dan dengan pendapatan per saham lebih tinggi dibandingkan estimasi analis, yaitu USD0,13 hingga USD0,09.

Sementara itu, pada jumlah pengguna aktif bulanannya, Twitter juga mengalami peningkatan, dari 313 juta pada kuartal sebelumnya, menjadi 317 juta pada kuartal tiga lalu. Dari total seluruh pengguna tersebut, 83 persen merupakan pengguna dari perangkat mobile.

Meskipun demikian, CEO Twitter Jack Dorsey mengumumkan tetap melaksanakan rencana pengurangan dan restrukturisasi pegawainya tersebut, sebesar sembilan persen dari total keseluruhan pegawai. Dorsey menyebut, restrukturisasi ini terfokus pada organisasi ulang pada bidang penjualan, kerja sama dan pemasaran Twitter, dan ditujukan untuk menciptakan efisiensi lebih baik.

Sebelumnya Twitter dirumorkan akan mengurangi sebanyak 3.900 pegawai, namun pengurangan ini hanya akan berdampak pada 351 pegawai. Persentase pengurangan pegawai sebesar sembilan persen tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan persentase yang dirumorkan sebelumnya.

Selain itu, Dorsey juga mengumumkan solusi baru yang akan ditawarkan Twitter pada bulan November mendatang, terkait dengan keamanan. Twitter mengaku tengah mengembangkan fitur keamanan dan melakukan update pada kebijakan keamanan mereka.

Pada kesempatan yang sama, Dorsey juga mengungkap kondisi jelang pemilihan calon presiden di Amerika Serikat turut mendorong interaksi pengguna Twitter. Hal ini terlihat dari banyaknya pembahasan terkait topik debat calon presiden yang dikicaukan oleh pengguna Twitter.

Dorsey juga mengungkap bahwa ia tengah terfokus untuk memaksimalkan nilai shareholder, yang disampaikannya kepada pemegang saham. Namun, Dorsey masih enggan untuk memberikan keterangan lebih lanjut terkait dengan topik ini.

(metronews.com)