Keributan di Lapo Tuak PIL Istri Menjadi Korban

53
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | KRIMINAL – LAPO TUAK memang tempatnya orang mabok. Tapi jika pemilik warung malah pacaran dengan istri pelanggannya, mungkin baru Paimin Jenggot, 50, dari Simalungun (Sumut). Gara-gara pelanggarankode etiktersebut, dia tewas karena imbas keributan suami istri Saut  Butet di lapo tuak miliknya.

Lapo tuak atau kedai minuman keras, sudah jamak menjadi lahannya orang mabuk. Peristiwa kriminal sering timbul dari tempat ini, ketika manusia-manusia pelanggan minuman keras itu sudah lepas kontrol. Masalahnya bisa macem-macem, bisa persaingan cinta, bisa ekonomi, bisa pula rebutan lahan bisnis.

Paimin Jenggot warga Huta III, Marihat, Nagori Sei Merbau, Kecamatan Ujung Padang Simalungun, buka usaha lapo tuak di Lingkungan III Teladan Timur, Kelurahan Ujung Padang, kecamatan yang sama. Bagi dia, biasalah menghadapi orang mabuk. Selama ini bila mana terjadi keributan, selalu bisa dikendalikan. Mungkin konsumen takut juga akan penampilan Paimin yang bercambang dan berkumis tebal macam Bima dalam cerita wayang kulit Jawa.

Di antara pelanggan warungnya, adalah Saut, 50, yang tinggalnya tak jauh dari tempat usaha karyawan BUMN itu. Mungkin Saut ini lumayan kelotokan dalam urusan bermabok ria, sehingga sering disusul istrinya, Butet, 40. Sebab Saut bila sudah mabuk-mabukan jadi lupa rumah. Bukan sekali dua, Saut pulang dengan cara digotong karena maboknya sudah sangat parah.

Butet ini orangnya cantik, mungkin seperti penyanyi Christine Panjaitan. Sering ketemu wanita itu saat menyusul suami, lama-lama Paimin Jenggot jadi tertarik juga. Rupanya dia ingin mengenal lebih jauh wanita itu, sukur-sukur kemudian bisa mendalami. Entah apa yang mau diperdalam oleh Paimin ini. Dianggap sama dengan bikin sumur pompa, ngkali.

Rupanya niat Paimin mendapat respon positip Butet, sehingga diam-diam keduaya terlibat pacaran. Meski usaha warung tuak tak ada kode etiknya, tapi pacaran dengan istri pelanggan kan merupakan pelanggaran etika. Ini kan bisa merusak pasar. Bayangkan andaikan para kosumen pergi karena takut bini-bininya dipacari oleh pemilik warung. Tragis nggak, tikar usahanya digulung gara-gara bini konsumen diajak masuk sarung.

Lama-lama Saut mencium gelagat buruk pergaulan istrinya dengan Paimin Jenggot. Memang belum pernah memergoki keduanya kencan, tapi dari SMS di HP Butet yang pernah terkena OTT olehnya, menguatkan dugaan bahwa Saut – Butet terlibat skandal asmara. Tambah curiga lagi sekarang, sebab asal melihat suami buru-buru Butety menghapus segala SMS yang masuk ke HP-nya. “Pasti ini dari Paimin,” batin Saut.

Beberapa hari lalu Butet tak ditemukan di rumah. Tapi tak lama kemudian ada informasi bahwa istrinya main ke warung tuak Paimin. Ini dia……! Pasti mau kencan mereka. Saut segera menyusul ke sana dan memarahi bininya. Makin marah lagi ketika melihat sepertinya Butet – Paimin saling SMS.

Langsung saja Saut pecahkan gelas, untuk menghajar istrinya. Rupanya Paimin membela dengan cara menangkis sabetan senjata bekas pecahan gelas itu. Butet selamat, tapi pergelangan Paimin yang sobek kena urat nadinya. Darah mengucur deras nyaris tak terhentikan. Ketika dibawa ke Puskesmas, nyawa juragan lapo tuak itu tak tertolong.

Jadi wasit Saut ikut nendang bola sih. (JPNN/Gunarso TS)(poskotanews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here