Irman Gusman Segera Diadili

191
BERBAGI

BHARATANEWS.ID | NASIONAL – Mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Irman Gusman bakal segera duduk di kursi terdakwa Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Hal ini lantaran berkas kasus dugaan suap rekomendasi pendistribusian gula impor di Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk wilayah Sumatera Barat yang menjerat Irman sebagai tersangka telah dinyatakan lengkap atau P21.

Tak hanya Irman, penyidik juga telah melengkapi berkas perkara dua tersangka lainnya kasus ini, yakni Dirut CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto dan istrinya Memi.

Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati mengatakan, pihaknya telah melimpahkan berkas perkara, barang bukti, dan tersangka atas nama Irman, Sutanto dan Memi ke tahap penuntutan atau tahap II.

“Hari ini penyidik melimpahkan berkas, barang bukti dan tiga tersangka atau tahap II atas nama IG (Irman Gusman), XS (Xaveriandy Sutanto) dan M (Memi) terkait kasus tindak pidana korupsi suap kepada penyelenggara negara terkait dengan pengurusan kuota gula impor,” kata Yuyuk.

Dengan pelimpahan ini, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan terhadap Irman, Sutanto, dan Memi. Nantinya, surat dakwaan tersebut dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jakarta untuk disidangkan.

Diberitakan, dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Sabtu (17/9) dinihari, Tim Satgas KPK mengamankan Ketua DPD Irman Gusman, Dirut CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto, dan istrinya Memi. Dari kamar Irman, tim penyidik menyita uang sebesar Rp 100 juta yang diduga diberikan Sutanto dan Memi terkait dengan rekomendasi pendistribusian gula impor dari Bulog untuk wilayah Sumatera Barat.

KPK menetapkan Irman sebagai tersangka penerima suap dan disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan atau Pasal 11 UU Tipikor. Sementara, Sutanto dan Memi ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dan dijerat dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.(beritasatu.com)