Ini Jawaban Kominfo Terkait Pesan Berantai Komunikasi Media Sosial “Disadap” Pemerintah

58
0

BHARATANEWS.ID | TEKNOLOGI – Sehubungan dengan beredarnya informasi hoax mengenai rencana Dewan Pertahanan Nasional (Wantanas)  yang akan mengambil semua informasi percakapan melalui media sosial seperti Whatsapp, BBM, Telegram, Line, dll. yang masuk secara otomatis ke System Big Data Cyber Security (BDCS).

Maka Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Plt. Kepala Biro Humas Noor Iza menegaskan bahwa informasi tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya atau merupakan informasi hoax yang disampaikan melalui siaran pers yang diterbitkan, Kamis (27/10/2016).

Teknologi Big Data sendiri merupakan teknologi pengolah data yang telah umum diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat termasuk di Indonesia.

Big Data Cyber Security digunakan untuk kepentingan korporasi maupun pemerintahan.

Penerapan teknologi Big Data disertai pembatasan yang berdasarkan peraturan perundangan-undangan antara lain UU ITE, UU Telekomunikasi, UU Keterbukaan Informasi Publik, UU Perbankan, UU Perlindungan Konsumen, dan sebagainya.

Hal ini dilakukan dalam upaya melindungi Hak Asasi Warga Negara.

Pada prinsipnya pemerintah memberikan perlindungan terhadap privasi dan kebebasan berekspresi.

Selain itu Indonesia juga menjunjung tinggi penegakan Hak Asasi Manusia melalui peraturan perundang-undangan yang ada.

Untuk itu Kementerian Kominfo mengimbau masyarakat tidak terpengaruh informasi yang menyesatkan tersebut dan dapat bijak dalam menggunakan media sosial.

(tribunnews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here