Dunia Sepakat Wujudkan Suaka Kelautan di Antartika

48
SHARE

BHARATANEWS.ID | INTERNASIONAL –  Sebuah cagar perairan terbesar yang akan melindungi alam liar yang masih perawan di Antartika akhirnya terwujud setelah kesepakatan dengan Rusia tercapai pada Jumat (28/10/2016).

Kesepakatan itu diteken dalam pertemuan tahunan Konservasi Suber Daya Kelautan Antartika (CCAMLR) di Hobart, Australia setelah negosiasi panjang selama beberapa tahun.

Berdasarkan kesepakatan ini maka kawasan suaka kelautan yang disponsori Amerika Serikat dan Selandia Baru akan diwujudkan di Laut Ross.

Suaka laut ini akan mencakup area seluas 1,55 juta kilometer persegi di mana 1,12 juta kilometer persegi merupakan tempat terlarang bagi perburuan ikan.

“Dalam proposal ini terdapat beberapa perubahan untuk mendapatkan dukungan penuh semua 25 anggota CCAMLR,” kata Menteri Luar Negeri Selandia Baru Murray McCully.

“Namun, garis batas kawasan suaka perairan tidak berubah,” lanjut McCully.

Rusia adalah negara terakhir yang menolak pembentukan suaka perairan ini karena terkait hak pencarian ikan negeri itu. China bahkan sudah memberi dukungan tahun lalu.

Sementara, masih terdapat proposal kedua terkait usulan kawasan suaka di wilayah timur Antartika seluas 1 juta kilometer persegi yang diajukan Perancis dan Australia.

Kedua proposal pembentukan suaka alam di Antartika itu sudah dibahas sejak 2012 para anggota CCAMLR, sebuah pakta yang bertugas mengasi konservasi dan eksploitasi di Samudera Antartika.

“Untuk pertama kalinya semua negara mengesampingkan perbedaan mereka untuk melindungi kawasan luas di Samudera Antartika dan perairan internsional,” kata Mike Walker, direktur proyek Aliansi Samudera Antartika.

Laut Ross adalah kawasan ekosistem laut terakhir yang masih perawan di dunia. Tempat ini menjadi rumah bagi pengin, anjing laut, ikan gigi antartika dan paus.

Kawasan ini dianggap sangat penting bagi para ilmuwan untuk mempelajari bagaimana ekosistem laut berfungsi dan untuk memahami dampak perubahan iklim bagi lautan.

(internasional.kompas.com)