Waspada, 65 Warga Kabupaten Bogor Terjangkit Kaki Gajah Hingga Oktober 2016

61
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGORĀ – Penyakit kaki gajah menyerang puluhan masyarakat di Kabupaten Bogor.

Pasalnya, dalam setiap tahun penyakit yang disebakan oleh cacing mikroba yang disebabkan oleh giogitan nyamuk ini selalu mengalami peningkatan.

Berdasarkan data yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor hingga bulan Oktober 2016 sudah terjadi 65 kasus kaki gajah yang menyerang warga di bumi Tegar Beriman itu.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Kebersihan Lingkungan (P2PKL) Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Kusnadi menjelaskan, pihaknya sudah memberikan obat untuk pencegahan dengan Pemberian Obat Pengobatahn Masal (POPM) penularan virus kaki gajah yang dilakukan sejak tanggal 3 hingga 12 oktober 2016 di seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor.

Kecuali, Kecamatan Rumpin, Gunung Sindur dan parung Panjang yang memang sudah lebih dulu pada tahun 2009 lalu.

“Minum obat kaki gajah ini harus rutin selama lima tahun, Setelah lima tahun baru akan kami ambil sample apakah virus itu masih ada atau tidak. seperti yangt sudah kami lakukan di tiga kecamatan itu,” ujarnya di Kantor Dinkes Kabupaten Bogor pada Rabu (26/10/2016).

Berdasarkan data yang masuk ke Dinas Kesehatan kabupaten Bogor, terjadi peningkatan kasus penyakit kaki gajah dibanding tahun sebelumnya.

Pada tahun 2015 terjadi 60 kasus warga yang menderita kaki gajah, namun di tahun ini hingga bulan Oktober 2016 telah terjadi 65 kakus penyakit kaki gajah yang menyerang warga Kabupaten Bogor.

Menurutnya, pemberian obat kaki gajah ini selain untuk pencegahan juga sekaligus membunuh cacing penyebab kaki gajah yang ada di dalam tubuh manusia.

“Kalau didalam tubuh kita sudah terserang virus filariasis itu maka ketika obat kaki gajah itu diminum reaksinya bisa saja orang itu akan muntah dan mengeluarkan cacing, makanya sasaran kami agar warga minum ditempat. tapi kalau orang itu sehat tidak ada efek yang ditimbulkan dari obat itu,” terangnya.

Menurutnya, virus yang disebabkan oleh gigitan nyamuk itu sifanya menahun dn bersarang didalam tubuh manusia.

“Bisa saja kita digigit nyamuk hari ini, tapi baru terasanya lima tahun kemudian. Jadi gigitan nyamuk ini memang berbeda seperti DBD yang gejalanya bisa diketahui tidak laam setlah digigit nyamuk,” tandasnya.

Pihaknya juga menyarankan agar masyarakat menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dilingkungannya masing-masing.(TRIBUNNEWSBOGOR.COM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here