Review Film Doctor Strange

68
SHARE

BHARATANEWS.ID | FILMDoctor Strange akhirnya bakal memuaskan rasa penasaran banyak orang, terutama fans Marvel, dengan film layar lebar pertamanya. Dibintangi Benedict Cumberbatch, film ini secara resmi telah tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 26 Oktober 2016.

Doctor Strange adalah kisah original mengenai asal muasal superhero dunia metafisika ala Marvel. Doctor Strange adalah nama asli tokoh dalam film ini, yaitu Doctor Stephen Strange (Benedict), seorang pakar bedah saraf yang arogan dan kepala.

Suatu hari, ketika sedang menuju sebuah tempat untuk ceramah, Strange mengalami kecelakaan. Mobil yang dia kendarai selip dan jatuh ke sungai. Akibatnya, tangan yang selama ini dia pakai untuk mengoperasi pasiennya rusak parah. Kariernya sebagai dokter pun hampir tamat.

Putus asa dengan proses penyembuhannya, Strange akhirnya pergi ke Kamar-Taj, di Nepal, setelah diberi lokasi itu dari seorang pria bernama Jonathan Pangborn. Pangborn pergi ke tempat itu ketika kakinya lumpuh total dan berhasil sembuh.

Strange pun menuju Kamar-Taj. Dia kemudian bertemu Mordo (Chiwetel Ejiofor) yang membawanya bertemu Ancient One (Tilda Swinton). Dia pun meminta Ancient One untuk menyembuhkan tangannya. Tapi, jawaban Ancient One membuat Strange jadi sinis dan tidak percaya sampai Ancient One membuka mata batinnya.

Mata Strange pun terbuka. Dia kemudian mulai mempelajari apa yang selama ini tidak pernah dia lihat dengan kasat mata. Dia pun jadi tahu tentang dunia supranatural dan sihir dan belajar menguasai ilmunya. Sebagai dokter yang cerdas, tak butuh waktu lama bagi Strange untuk mempelajari banyak hal.

Sampai dia kemudian berhadapan dengan Kaecilius (Mads Mikkelsen), mantan murid Ancient One yang menjadi jahat. Dari Kaecilius, Strange mendapatkan informasi tentang siapa Ancient One. Strange kemudian juga mendapatkan sebuah jubah merah yang memilih untuk ikut dengannya saat terlibat pertempuran.

Apakah Strange akan berhasil mengalahkan Kaecilius? Bagaimana hubungannya dengan Ancient One setelah dia mengetahui rahasia yang selama ini disimpan wanita berkepala botak itu? Apakah kerusakan tangan Strange bisa disembuhkan?

Film ini menyajikan hiburan ala Marvel yang ringan dan tentu saja menghibur. Ceritanya pun padat tapi juga tidak berat. Gambar-gambar futuristik dengan sentuhan efek 3D membuat scene dunia supranatural film ini jadi tampak hidup. Jika Anda ingin menyaksikannya, ada baiknya Anda memilih versi 3D karena dijamin Anda akan lebih puas dengan gambar-gambarnya yang indah. Dan, jangan lupa untuk menantikan post-credit scene khas Marvel yang juga ada di film ini.

Meskipun film ini mengisahkan dunia supranatural, tapi tidak ada suasana kegelapan di sana. Film ini justru akan membuat Anda tertawa dengan dialog-dialog konyol yang dilontarkan Doctor Strange.