MKI Soroti 4 Hal untuk Dukung Program Listrik Nasional

41
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | NASIONAL – Kebutuhan akan listrik masih terus bertambah seiring dengan pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia. Itu sebabnya, pengembangan proyek kelistrikan akan terus berjalan. Namun, perlu ada kesadaran dari semua pihak untuk menggunakan listrik secara efisien. Sebab, masih ada “pekerjaan rumah” yang harus diselesaikan oleh pemerintah, yakni membuat harga listrik ideal dengan tetap memberi subsidi untuk masyarakat yang kurang mampu.

Hal tersebut diungkapkan di seminar peringatan Hari Listrik Nasional ke-71 yang berlangsung 28-30 September 2016 lalu. Pada seminar tersebut, Ketua Umum Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Supangkat Iwan  Santoso melaporkan empat hal yang menjadi perhatian utama dalam sektor ketenagalistrikan.

Iwan menekankan mengenai peningkatan kontribusi perusahaan dalam negeri dalam proyek pengembangan tenaga listrik. Ia menyatakan, saat ini telah ada tujuh BUMN strategis, tujuh BUMN konstruksi, dan 190 perusahaan swasta nasional yang terlibat dalam proyek tenaga listrik 35.000 megawatt.

Selain proyek ini, ke depannya akan dicanangkan pula pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) nasional. PLTU ini hampir seluruhnya menggunakan komponen dalam negeri, mulai dari kontraktor sampai tenaga kerja.

Iwan memaparkan, saat ini kandungan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) terdiri dari pembangkit listrik sampai dengan 600 MW sebanyak 38 persen, transmisi 500 kV 42 persen, gardu induk 40 persen, dan distribusi 100 persen. Ia menyatakan pada umumnya kemampuan teknis dalam negeri lebih terkait dengan perakitan dan fabrikasi, sementara material dasar masih diimpor dari luar negeri.

Iwan juga menyoroti  pemanfaatan energi bersih (gas) dan energi baru terbarukan (EBT) sebagai masa depan tenaga listrik dunia. Terkait hal ini, pemerintah telah menargetkan 23 persen bauran EBT pada tahun 2025.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah memerlukan dukungan teknologi, seperti pembangkit tenaga biomasa, air, atau nuklir sebagai alternatif terakhir. Pengembangan teknologi dan energi baru membutuhkan dukungan regulasi, teknologi mutakhir, dan pendanaan. Oleh sebab itu, para pengembang dapat berkontribusi di area yang bersangkutan.

Dalam laporannya, Iwan juga menyebut soal perlunya sistem kelistrikan yang terdesentralisasi. Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan teknologi pembangkit yang fleksibel, efisiensi lebih rendah, pilihan energi primer yang terbatas, dan kapasitas back-up system yang lebih besar.

Untuk memasok kebutuhan listrik yang cukup bagi Indonesia, PLN memanfaatkan vessel mounted power plant. Jenis pembangkit ini memberi menguntungkan bagi negara kepulauan karena tidak memerlukan lahan, tidak mengakibatkan polusi suara, serta mudah direlokasi.

Iwan juga menyinggung mengenai dukungan pemerintah terhadap program pengembangan pembangkit listrik, terkait kebijakan pembebasan tanah. Untuk mendorong program 35.000 MW, pemerintah dengan KEPPRES 04/2016 mendorong percepatan pembebasan tanah melalui pelaksanaan UU No. 12/2012. Sementara, khusus untuk Sistem Transmisi beberapa peraturan yang terkait adalah dan UU No. 30/2009, PERMEN ESDM No. 38/2013, dan PERMEN ESDM No. 18/2015.

Iwan berharap tanah atau lahan tidak lagi menjadi masalah yang menghambat proyek pengembangan pembangkit listrik. Namun, Iwan juga masih mempertanyakan ketersediaan dana untuk pembebasan lahan.

Dukungan pemerintah lainnya yang juga disampaikan Iwan dalam kesempatan tersebut ialah pembebasan PPh bagi wajib pajak badan industri pionir. Syaratnya, wajib pajak tersebut menanamkan modal baru minimal Rp 1 triliun, menyerap tenaga kerja dalam negeri, dan mengurangi pajak PPh badan untuk penanaman modal di bidang usaha atau daerah-daerah tertentu.

Iwan menyatakan, pemerintah berkomitmen untuk menyediakan dan mengalokasikan subsidi untuk energi terbarukan listrik yang dihasilkan, terutama bagi daerah terpencil, serta perbedaan tinggi biaya produksi dibandingkan dengan harga pembeliannya.

Peringatan Hari Listrik Nasional ke-71 juga dimeriahkan dengan pameran dari berbagai perusahaan penyedia listrik. Salah satu perusahaan yang berpartisipasi dalam pameran, General Electric (GE) pun turut berpartisipasi memaparkan solusi penyediaan listrik menyeluruh, seperti pembangkit listrik tenaga gas, uap serta energi terbarukan, solusi transmisi maupun distribusi listrik, hingga layanan pengelolaan pembangkit listrik (power services), dan grid management.

Pameran dan seminar untuk memperingati Hari Listrik Nasional ke-71 ini telah dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan dihadiri pula oleh duta besar dari berbagai negara, dan tentunya pihak-pihak dari industri terkait.(kompas.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here