Lagi-lagi Karena Kantong Udara, Toyota Kembali Recall 5,8 Juta Unit Mobil di 3 Negara

59
0

BHARATANEWS.ID | OTOMOTIF – Toyota Motor Corporation (TMC) lagi-lagi menarik kembali alias recall sekitar 5,8 juta mobil di pasar Jepang, China dan Eropa, Rabu (26/10/2016).

Ini terkait inflator kantong udara buatan Takata Corp yang cacat. Recall yang terbaru ini termasuk sekitar 20.000 unit mobil yang menjadi pengganti pada recall sebelumnya pada tahun 2010 silam.

Toyota telah berhasil menjual sekitar 1,16 juta kendaraan di Jepang, sekitar 820.000 unit terjual di China dan sekitar 1,47 juta unit terjual di Eropa.

Ini menjadi penarikan kembali otomotif dengan jumlah terbesar di industri ini.

Takata ditekan Pemerintah AS untuk mengakui adanya kecacatan kantong udara pada mobil Toyota yang dipasarkan di negara itu dan di negara-negara lain.

Inflator kantong udara yang digunakan Toyota menggunakan senyawa kimia yang dapat meledak jika dalam kondisi panas dalam waktu lama.

Ini dikaitkan dengan setidaknya laporan 16 kematian secara global, terutama di Amerika Serikat.

Penarikan kembali yang terbaru saat ini juga termasuk merek Corolla, sebagai salah satu model Toyota yang terlaris di dunia. Juga Vitz dan Yaris.

“Tahun produksi yang bermasalah antara Mei 2000 dan November 2001, April 2006 dan Desember 2014,” ujar manajemen Toyota dalam surat elektroniknya.

Penarikan kembali meluas ke Amerika Tengah dan Selatan, Afrika, Timur Tengah dan Singapura.

Bahkan penarikan meluas ke merek pikap Hilux dan sedang Etios. Penarikan kembali produknya ini sudah terjadi sejak 2008 dan terus berlanjut hingga saat ini.

Otoritas otomotif di seluruh dunia saat ini sedang menimbang, air bag dengan inflator tanpa pengering untuk ditarik dari pasar karena dianggap tidak aman.

Hingga kini sudah sekitar 100 juta inflator air bag buatan Takata yang telah tersebar ke seluruh dunia diklasifikasikan cacat.

Saat ini Takata sedang mencari investor untuk bisa membantunya membayar kewajiban yang jumlahnya besar akibat recall ini.

Manajemen telah bertemu dengan sponsor potensial dan rekanan dari pihak produsen otomotif untuk mendiskusikan solusi untuk bertahan dalam krisis ini.  (tribunnews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here