Insiden Galaxy Note 7 Sebabkan Keuntungan Samsung Anjlok

57
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | TEKNOLOGI – Samsung Electronics mengumumkan bahwa keuntungan operasional perusahaan terjun bebas sebanyak 30 persen di kuartal ketiga 2016 jika dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu.

Sejak dilanda masalah Galaxy Note 7 yang mengalami insiden meledak dan terbakar, Samsung harus menarik flagship anyarnya itu dari pasar dan menyetop produksi secara permanen.

Cobaan tersebut menjadi akar turunnya profit operasional perusahaan ke angka terendah dalam kurun waktu dua tahun.

Situs FoxBusiness mewartakan, profit operasional Samsung pada kuartal tiga tahun ini 5,2 triliun won atau setara Rp59 triliun.

Sejak awal, raksasa Korea Selatan itu memperkirakan mampu menghasilkan 7,8 triliun won atau sekitar Rp89 triliun. Sayangnya target tersebut harus terpangkas karena musibah Galaxy Note 7.

Keputusan Samsung mengakhiri Note 7 bermula dari munculnya sejumlah laporan dari berbagai negara mengenai ledakan yang terjadi pada phablet itu. Meski telah ditarik sekali dari pasar dan menggantinya dengan baterai baru, masalah masih terjadi pada beberapa kasus.

Akibat rentetan peristiwa yang berujung penghentian produksi dan penjualan Note 7, Samsung diperkirakan akan menanggung kerugian hingga 41,6 triliun sampai Maret 2017 nanti.

Belum lama ini muncul laporan yang menyatakan bahwa lebih dari 500 warga Korea Selatan berencana menggugat Samsung di meja pengadilan setelah insiden terbakarnya sejumlah Galaxy Note 7.

Jumlah penggugat itu adalah gelombang pertama sebelum 300 orang lainnya membuat gugatan serupa terhadap Samsung.

Menurut firma hukum Harvest yang mewakili penggugat, cara itu ditempuh lantaran penggugat merasa rugi dalam bentuk uang, waktu, dan psikologis baik dari proses penukaran maupun potensi ledakan yang dapat terjadi kapan saja.

(cnn indonesia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here