Hadapi Global Warming, Pemkot Bogor Miliki Strategi Mitigasi Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

50
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Fenomena pemanasan global atau Global Warming yang terjadi saat ini, semakin terasa dampaknya yang membahayakan bagi kesehatan bumi dan tentu berdampak bagi seluruh penghuni bumi.

Meningkatnya suhu rata-rata di bumi akibat semakin tingginya emisi karbon dioksida dan gas-gas lain yang dikenal sebagai gas rumah kaca (GRK) menyebabkan perubahan iklim yang sulit diprediksi.

Misalnya curah hujan yang tidak menentu, kekeringan di wilayah yang belum pernah mengalaminya, terjadinya angin puting beliung dan bencana alam.

Kota Bogor sendiri melalui Pemerintah Kota telah berkomitmen untuk mengurangi emisi GRK dan mencegah terjadinya bencana yang lebih besar, dengan menjalankan rencana aksi perubahan iklim dan energi.

Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan, saat ini, Pemerintah Kota Bogor sudah memiliki strategi mitigasiyang dapat berkontribusi mengurangi emisi GRK dan sekaligus mencegah dampak bencana yang lebih besar.

“Target pencapaian dari strategi ini adalah tahun 2030 dengan 10 tindakan prioritas mitigasi pada sektor yang berbeda, seperti energi, transportasi, limbah, industri, dan pertanian,” ujar Ade, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) terkait implementasi rencana aksi energi dan perubahan iklim, Kamis (27/10/2016) di Hotel Salak, Kota Bogor.

Lanjutnya, pada sektor energi, Pemerintah Kota Bogor akan mempromosikan penggunaan peralatan dan perkakas yang lebih efisien di lingkungan perkantoran, perniagaan, pemukiman, dan industri.

Sementara pada sektor transportasi, Ade mengatakan, Pemerintah Kota Bogor tengah mengembangkan sistem angkutan umum yang rendah karbon dan menggiatkan pengendara sepeda, pejalan kaki, dan angkutan umum yang efisien.

Namun Ade mengungkapkan, saat ini apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor memang belum begitu signifikan merubah Kota Bogor lebih nyaman.

“Kita akan susun lebih tepat sasarannya, selain itu kita akan bangun kesadaran warga Bogor untuk menyadari bahwa tindakan sehari-hari berpengaruh pada pengurangan emisi GRK,” jelasnya.(TRIBUNNEWSBOGOR.COM)