Anak Bisa Jadi ‘Agen Perubahan’ bagi Dunia Kesehatan

49
SHARE

BHARATANEWS.ID |Kesehatan – “Dokter Kecil Award” adalah program tahunan yang digagas Ikatan Dokter Indonesi (IDI) untuk membangun pemahaman masyarakat mengenai isu-isu kesehatan dan kebersihan diri sendiri serta lingkungannya. Pada tahun ini, Dokter Kecil Award, yang didukung oleh Reckitt Benckiser (RB), mengusung tema “Suara Anak Bangsa, Sehatkan Bangsa”.

Ketua Penyelenggara Dokter Kecil Award, dr. Ulul Albab, SpOG,  mengatakan kalau kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan para agen perubahan yang dapat membuat perubahan untuk keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

“Tujuan kami bukanlah mendidik jadi miniatur dokter, tapi agent of change yang bisa mengingatkan minimal dirinya sendiri, teman, dan keluarganya. Hingga akhirnya nanti diharapkan mereka bisa jadi contoh masyarakat sekitarnya,” kata Ulul saat ditemui di kantor PB IDI, Jakarta, Kamis, 27 Oktober.

Dengan target tersebut, para peserta Dokter Kecil Award tahun ini pun akan dibekali dengan ilmu komunikasi. Ulul percaya, cara mengingatkan anak kecil kepada orangtua akan lebih berdampak dibandingkan dengan orang dewasa.

Sementara itu, Ketua Pengarah Dokter Kecil Award 2016 dr. Tirta Prawita Sari, Sp.GK, MSc. mengatakan, Dokter Kecil Award ini akan mengajarkan anak-anak berani bicara apapun tentang diri mereka dan segala sesuatu yang mereka lihat.

“Harapannya anak-anak terpilih yang datang ke Jakarta bisa mendapatkan ilmu mengamati, melihat, menganalisis, dan memberikan pendapat,” kata Wita.

Dokter Kecil Award 2016 akan dilaksanakan pada 14-17 November 2016. Dengan program tahunan ini bertujuan untuk mendorong anak-anak usia sekolah dasar agar terus membuat perubahan positif dan berkontribusi terhadap lingkungannya, terutama di bidang kesehatan. Tahun ini, Dokter Kecil Award diikuti oleh 45 anak usia sekolah dasar dari seluruh Indonesia.

Peserta Dokter Kecil Award adalah siswa-siswi sekolah dasar yang telah melalui hasil seleksi di masing-masing daerah, yang kemudian akan dipilih satu anak untuk dinobatkan menjadi Duta Kesehatan Sekolah Indonesia.

Selama tiga hari, pada 14-17 November 2016, para finalis Dokter Kecil akan dikarantina untuk diberi pelatihan dan pembinaan mengenai kepemimpinan, pengembangan diri, komunikasi, sosial, budaya serta kesehatan masyarakat. Konsep pelatihan dan pembinaan yang diterapkan bersifat active learning, dimana setiap anak akan mendapatkan pemahaman melalui pengalaman secara langsung yang didapatkan selama masa karantina.(VIVA.co.id)