TEKNOLOGI: Inovasi Pengolahan Air Lindi Tembus Final Olimpiade Sains

57
0
SHARE

BHARATANEWS.ID l Bisnis – Studi Pengolahan Air Lindi terpilih masuk menjadi grand finalis Olimpiade Sains tingkat nasional yang diselenggarakan Pertamina.

Rencananya, final akan digelar bulan depan di Jakarta bersaing dengan produk inovasi berbagai daerah. Inovasi air lindi yang dipelopori Hardiansyah, Gadis Maulina dan Izah dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) itu, mendapat dana dari Pertamina untuk membuat instalansi pengolahan air lindi.

Gadis Maulina salah satu anggota tim tersebut, mengatakan, sebelum masuk nominasi final, awalnya proposal mereka berhasil menyingkirkan ratusan proposal lain dari berbagai universitas se Indonesia dan berhasil masuk ke babak 45 besar.

“Setelah itu jami juga berhasil menyingkirkan peserta lain dan masuk ke babak grand final yang akan digelar pada tanggal 19-25 November mendatang,” kata Gadis Maulina di Malang, Selasa (25/10/2016).

Sebelumnya, karya inovasi tersebut berhasil menembus ajang Penghargaan Energi di Kementerian energi dan Sumber Daya Mineral Tahun 2016.

Inovasi pengolahan air lindi juga mengikuti lomba Inovasi teknologi yang digelar Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang dan selanjutnya diikutkan berbagai kompetisi termasuk yang digelar Pertamina.

Wali Kota Malang Mochamad Anton mengaku bangga karena para anak muda di kota pendidikan ini tidak pernah berhenti mencari inovasi terbaru di berbagai bidang.

Dengan banyaknya inovasi dan kreasi, kata dia, khususnya dari anak muda, bisa membawa dampak positif bagi warga masyarakat Kota Malang.

“Seperti inovasi air lindi yang menghasilkan energi, ini temuan yang cukup membanggakan dan diakui kalangan akademisi tingkat nasional bahkan juga oleh Kementerian ESDM,” katanya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota Malang itu, berharap agar inovasi air lLindi bisa menjadi yang terbaik dalam ajang olimpiade sains tersebut. “Pemkot Malang sangat mendukung inovasi dan kreatifitas anak muda,” katanya.

Ide munculnya inovasi Air Lindi bermula dari fakta laju pertumbuhan penduduk yang tinggi diikuti gerak urbanisasi yang cukup pesat, sehingga sampah naik sekitar 600–800 ton/hari.

Hal itulah yang diamati oleh para ilmuwan dari UB. Mereka melihat sampai potensi dikembangkan. Sampah itu bisa menghasilkan 800 liter air lindi/hari.

Dalam kajian ilmiah air lindi merupakan cairan yang dihasilkan dari pemaparan air hujan pada timbunan sampah dan membawa materi tersuspensi dan terlarut yang merupakan produk degradasi sampah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here