Silariang, Film Fenomena Cinta Bugis-Makassar Segera Diproduksi

54
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | FILM – POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Setelah film Uang Panaik, satu lagi film lokal bergenre drama yang mengangkat tema khas fenomena lokal masyarakat Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan akan menghias layar perfilman Indonesia. Film yang diproduseri Ichwan Persada dan disutradarai Wisnu Adi itu berjudul “Silariang – Mengejar Cinta Abadi”.

Film yang diproduksi Inipasti Communika bekerja sama dengan Indonesia Cinema Persada tersebut mengisahkan cinta dua anak muda yang dibalut dengan kekuatan dan keteguhan adat budaya masyarakat Bugis-Makassar. Inti cerita dalam film ini adalah tentang cinta, dendam, harga diri dan pengorbanan.

Film yang mengambil 80 persen kru orang lokal makassar yang sempat dianggap sebagai film lanjutan dari film lokal yang ada sebelumnya, yaitu Uang Panaik:Mahar(L). Namun, Ichwan Persada selaku produser mengkonfirmasi, hal tersebut tidak benar. “Soal apakah ini kelanjutan dari film Uang Panaik, itu jelas tidak. Saya kira memang uang panaik adalah pembuka jalan bagi film-film lokal makassar. Dari situ kita belajar bahwa kualitas harus terus diperbaiki,” jelas Ichwan pada kegiatan Media Gathering di Makassar Condotel, Senin (17/10/2016).

Ichwan Persada juga mengungkapkan bahwa dalam perjalanannya, film tersebut awalnya digarap sebagai sebuah film drama remaja. Namun seiring perjalanannya, ternyata ada banyak hal yang kemudian didapatkan. Bahwa silariang adalah hal yang kompleks, dan merupakan fenomena yang sensitif di masyarakat bugis-makassar.

“Silariang adalah film ketujuh saya. Setelah keliling ternyata angka hoki dalam masyarakat bugis makassar membawa saya kembali ke kampung halaman. Silariang awalnya digarap sebagai drama remaja, namun ternyata tidaklah sesimple seperti yang ada dalam pandangan masyarakat, utamannya di luar sulawesi selatan,” ujar Ichwan persada.

Apa yang ingin dituturkan lewat film silariang adalah sudut pandang budaya dalam nuansa modern yang sesuai dengan kehidupan yang ada saat ini. “Kita ingin film ini dapat dinikmati semua kalangan, utamanya remaja. Silariang juga berbeda dengan film yang ada sebelumnya, namun juga sangat hati-hati dengan konten yang kami angkat, dan tentu dengan mempertahankan kualitas,” tambah Ichwan.

Silariang yang dijadwalkan tayang pada pertengahan Februari 2017 mendatang akan mengambil setting di beberapa daerah di kabupaten Maros. Sementara untuk produksi diperkirakan akan menghabiskan waktu hingga dua minggu terhitung sejak 19 Oktobermendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here