Pesta Lampion di Kumala

60
0

BHARATANEWS.ID | BUDAYA&PARIWISATA – Puluhan ribu pasang mata menyaksikan indahnya langit Kota Rajakemarin (25/10). Warga seolah tak ingin melewatkan penutupan Festival Kota Raja (FKR). Acara pelepasan 5 ribu lampion di Pulau Kumala itu dipimpin Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari.

Meski baru dimulai pukul 21.30 Wita, warga sudah memadati area parkir penyeberangan Pulau Kumala sejak pukul 17.00 Wita. Pengunjung domestik maupun asing ambil bagian dalam acara tahunan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Tenggarong itu. Ratusan komunitas se-Indonesia sudah berkumpul dan mengisi tempat-tempat yang disediakan panitia.

Meski tak sebanyak tahun-tahun sebelumnya, pesta lampion kali ini tetap semarak. Para pimpinan Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (FKPD) hadir dan mengikuti proses tersebut. Di antaranya, Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnaen, Dandim 0906/Tenggarong Letkol Ari Pramana Sakti, Kajari Tenggarong Kasmin, dan Kedutaan Besar Republik Seychelles Nico Barito.

Sebelum dimulai, warga dihibur dengan sejumlah grup musik. Penerbangan lampion tahun ini terasa berbeda lantaran terpusat di Pulau Kumala. Tahun sebelumnya, lokasi penerbangan lampion terpusat di Kantor Bupati Kukar. Dalam sambutannya, Bupati Kukar Rita Widyasari mengatakan, pesta lampion itu murni menggunakan dana sponsor.

Pihaknya pun mengapresiasi antusiasme masyarakat Kukar yang berkunjung dan ikut meramaikan pesta lampion tersebut. Dia juga berharap, masyarakat semakin menyadari potensi pariwisata di Kukar ke depan bisa menyaingi potensi sumber daya alam (SDA). Sektor migas dan batu bara, misalnya.

Apalagi 2017 mendatang, kata Rita, Tenggarong sebagai ibu kota Kukar menjadi tuan rumah Kongres International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF) Ke-47. Karena itu, dia berharap masyarakat mempersiapkan peningkatan angka kunjungan pariwisata tersebut.

“Terpilihnya Kukar sebagai tuan rumah kongres dunia CIOFF Ke-47, merupakan keputusan kongres dunia CIOFF Ke-46 di Fiuggi Italia. Ini menjadi kebanggaan tersendiri. Maka, Kukar pun harus semakin mematangkan infrastruktur pariwisata tersebut,” ujar Rita.

Rita juga mengatakan, pariwisata di Kukar akan dipublikasikan melalui media internasional. Selain itu, bakal ada tim yang mencari potensi wisata di Kukar untuk digali secara mendalam. Hal tersebut untuk menyesuaikan minat turis asing yang hendak bertandang ke Kukar.

“Jadi, kami pun semakin tahu apa saja sebenarnya yang menjadi minat turis untuk mau datang ke Kukar. Tentu saja tidak lepas dari kebudayaan Kukar yang menjadi khas,” tambahnya.

Sama halnya dengan pesta lampion, hadirnya kongres CIOFF di Tenggarong sejalan dengan upaya Pemkab Kukar untuk mengangkat budaya Kalimantan pada pertemuan tingkat dunia. Sekaligus jadi peluang baik dalam membangun interaksi internasional bidang budaya

Sementara itu, kehadiran Duta Besar Republik Seychelles Nico Barito juga menjadi perhatian para pengunjung. Apalagi, Republik Seychelles dikenal sebagai salah satu negara tujuan wisata dunia.  Dalam sambutannya, Nico menyampaikan, Kukar memiliki keunikan dalam pengembangan pariwisata.

Menurut dia, saat ini tren kunjungan wisata di Kukar meningkat. Dia pun memuji langkah Bupati Kukar Rita Widyasari yang dianggapnya getol memperjuangkan pariwisata dan kebudayaan Kukar ke level internasional. 

“Jadi, yang diperlukan memang tidak hanya melulu infrastruktur pariwisatanya. Tapi, semangat pemimpin daerah serta kemauan warga untuk bergerak bersama-sama. Jika sudah begitu, pasti geliat pariwisata akan semakin berkembang. Seperti halnya Festival Erau yang semakin mendunia saat ini,” katanya.

Di samping itu, Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnaen mengakui sektor kebudayaan di Kukar memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Kebanggaan masyarakat Kukar dalam berperan aktif mengembangkan pariwisata, menurut dia, juga patut diapresiasi.

Selama bertugas di Kukar, dia memiliki kesan tersendiri. Terkait pengamanan jalannya acara, Kapolres mengatakan, pihaknya menerjunkan ratusan personel. Pihaknya juga mengaku tak begitu kewalahan lantaran koordinasi sudah dilakukan jauh-jauh hari.

Sementara itu, Kejari Kukar Kasmin menuturkan, pengembangan kebudayaan di Kukar diyakini mampu mendorong munculnya karakter bangsa. Dia turut mengapresiasi acara yang dihelat oleh Pemkab Kukar tersebut. “Acara seperti ini sangat membanggakan. Kebersamaan masyarakat untuk membangun kebudayaan terlihat,” tutur Kasmin. (PROKAL.CO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here