Paslon Diminta Beri Pendidikan Politik pada Masyarakat

53
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | POLITIK – Semua pasangan calon gubernur/wakil gubernur Aceh dan bupati/wakil bupati serta wali kota/wakil wali kota se Aceh diminta agar memberikan pendidikan politik kepada masyarakat selama berlangsungnya masa kampanye pada pilkada 2017. Hal itu perlu dilakukan agar tahapan pilkada Aceh berjalan secara demokratis dan berkualitas tanpa ada kekerasan dan intimidasi.

“Proses demokrasi ini sangat mahal harganya, sangat disayangkan jika pada tahapan pilkada ini bukannya memperbaiki pemahaman politik dan demokrasi publik di Aceh, tapi justru semakin memperburuk pemahaman dan orientasi publik luas terhadap institusi dan pelaku politik,” kata Ketua Bappilu NasDem Aceh, T Banta Syahrizal kepada Serambi, Selasa (25/10).

Ia menyatakan, penyelenggara pilkada dan para kontestan serta tim pemenangan pasangan calon menjadi pihak yang paling bertanggung jawab untuk memperbaiki kualitas politik dan demokrasi di Aceh. KIP dan Panwaslih diminta agar melaksanakan tugasnya dengan baik dan dapat memproteksi seluruh pelanggaran pilkada secara fair sehingga tercipta suasana pilkada yang baik.

Kepada seluruh kandidat beserta tim pemenangannnya, sambungnya, agar menghindari seluruh praktik-praktik yang melanggar aturan dan perundang-undangan pilkada. Harus disadari, kata Banta, yang terpenting dari pilkada bukan hanya menang pilkada saja, tapi menjaga perdamaian Aceh. Sebab praktik pemenangan pilkada kali ini juga akan menjadi preseden bagi proses politik dan demokrasi Aceh ke depan.

“Mari semua lebih mengutamakan untuk meninggalkan catatan dan preseden manis bagi demokrasi ke depan dibandingkan menang tapi dengan menghalalkan segala cara dan menyumbangkan pengalaman buruk bagi masa depan peradaban Aceh. Yang ada membuat masyarakat terus terkotak-kotak dan terpecah belah sehingga sangat merugikan untuk Aceh,” kata politisi Partai NasDem ini.

Ketua Bappilu NasDem Aceh ini juga meminta kepada aparat keamanan agar bisa memberikan kenyamanan bagi seluruh rakyat dalam menentukan pilihan terbaiknya pada 15 februari 2017. “Bebas dari tekanan dan paksaan dalam bentuk apapun, sehingga kualitas pemimpin yang akan hadir adalah yang terbaik bagi seluruh rakyat Aceh,” ujar Banta Syahrizal.(tribunnews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here