Monsanto Bidik Pusat Produksi di Indonesia

56
0
BHARATANEWS.ID l Bisnis – Monsanto Indonesia, perusahaan multinasional asal Amerika Serikat yang bergerak di sektor agrobisnis, ingin menjadikan perusahaan itu sebagai pusat produksi benih jagung di Asia—Pasifik. Untuk mencapai target itu, Monsanto akan terus memperbarui teknologi produksi perbenihan di Indonesia. Monsanto menginginkan pabrik benih milik perusahaan yang ada di Indonesia dapat pemasok ke seluruh negara di kawasan Asia—Pasifik.
Presiden Direktur Monsanto Indonesia Ganesh Pramugar Satyagraha menyampaikan, per- usahaan benih dan pestisida itu menginvestasikan Rp1 triliun per tahun untuk program riset dan pengembangan. Bahkan, Monsanto telah mengajukan ren- cana untuk pengembangan jagung bioteknologi sejak 2000,. Benih jagung  bioteknologi diyakini memiliki produktivitas 10—15 ton per ha dan tahan ter- hadap cuaca ekstrem. Dengan pola tanam yang ideal, petani diyakini akan memperoleh keuntungan dari peningkatan produktivitas dengan menggunakan benih berkualitas tersebut.
“Kami sudah memiliki fasilitas memadai di pabrik kami di Mojokerto yang bisa mempro- duksi sampai 13.000 ton benih per tahun. Itu untuk memenuhi kebutuhan lokal dan untuk mengisi permintaan kalau nanti kami bisa jadi production hub untuk Asia—Pasifik,” ungkap Ganesh kepada Bisnis
, Selasa (25/10).
Dia menjelaskan, Indonesia berpotensi menjadi sentra produksi benih. Selain itu, Indonesia juga berpotensi menjadi eksportir benih ke negara-negara di Asia-Pasifik.
Pasalnya, Indonesia memiliki keunggulan dari sisi iklim yang cenderung tidak terjadi perubahan ekstrem sepanjang tahun. Selain itu, ketersediaan lahan pun cukup luas dibandingkan dengan negara lain yang kini tengah merintis teknologi benih terbaru seperti Thailand dan Vietnam.
Namun, Ganesh menyebut, saat ini keunggulan tersebut belum dimanfaatkan. Hal itu dapat ter- cermin dari penggunaan teknologi pertanian di Tanah Air yang masih
tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga. “Karena iklim kita seperti ini, keuntungan Indonesia adalah kita memiliki kesempatan lebih banyak untuk produksi. Makanya cita-cita kami menjadi hub produksi karena kita punya kapasitas dan kita mampu memproduksinya.” Dia menjelaskan, petani di dalam negeri masih menggunakan benih jagung hibrida, belum menuju pada pengembangan benih jagung bioteknologi. Meski sudah diajukan aplikasinya sejak awal 2000-an, aplikasi teknologi jagung bioteknologi tersendat karena kajian pemerintah masih berlangsung.
Benih bioteknologi atau trans-genik diperoleh dari hasil rekayasa genetika, sedangkan benih hibrida dari perkawinan silang dua varietas sejenis yang berbeda sifat.
“Amerika sudah hampir 20 tahun mengembangkan benih jagung bioteknologi, sejak 1996. Makanya di sana produksi jagung itu sudah 15 ton per ha. Kita di sini masih 6 ton maksimalnya. Teknologi yang kita gunakan sekarang itu diciptakannya pada 1970-an,” jelas Ganesh.
JADI SOLUSI
Menurutnya, benih jagung bioteknologi dapat menjawab tantangan perubahan iklim yang terus terjadi dan persoalan bebe- rapa daerah di Indonesia yang mengalami defisit air. Persoalan-persoalan itu, kata Ganesh, dapat disiasati dengan benih jagung ber- teknologi tinggi. Saat ini, Monsanto hanya mengembangkan benih jagung hibrida yang sudah tertinggal dari negara lain.
Monsanto mengekspor benih hibrida ke Vietnam, tetapi volu- me ekspor diprediksi akan secara konsisten turun karena negara itu sudah mengembangkan benih
jagung bioteknologi. “Adaptasi benih jagung biotek- nologi Vietnam sudah 2 tahun terakhir dan sudah 20% petani menggunakan. Thailand malah sudah 90%. Kalau teknologi mereka lebih maju, kita akan makin sulit ekspor ke sana,” ujar Ganesh.
Selain itu, katanya, petani diyakini menyambut baik benih jagung bioteknologi karena deng- an kondisi penanaman yang sama, produktivitasnya lebih tinggi
10%—15%. Director Corporate Engagement Monsanto Herry Kristanto menga- takan, kendati pengembangan benih transgenik sudah diajukan sejak 2000, pemerintah masih mengkaji penerapan benih jagung dari rekayasa genetika tersebut. “Prinsipnya kami sudah siap bawa teknologi itu masuk Indonesia,” ujarnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here