Meningkatkan Kesehatan Jiwa dengan Media Teknologi

58
0

BHARATANEWS.ID |- Baru-baru ini terdapat kasus seorang siswa memukul gurunya karena tidak menerima ketika dinasehati. Kemudian terdapat kasus seorang anak dan orang tua mengadukan gurunya ke polisi karena anak tersebut dimarahi karena tidak buat PR.

Ada lagi kasus yang sudah lama sekali di mana seorang anak yang bunuh diri karena mendapati orangtuanya bercerai. Dan yang paling sering adalah terjadinya tawuran antara pelajar.

Kasus-kasus di atas menunjukkan ketidakmampuan seseorang untuk mengelola emosi yang terjadi akibat adanya suatu masalah. Di mana dapat disimpulkan terjadi masalah kesehatan jiwa di dalam diri seseorang tersebut.

Menurut Eka Malfasari alumni Ilmu Keperawatan Universitas Riau angkatan 2005 ini, kesehatan jiwa merupakan bagian yang menyeluruh dari kesehatan sehingga individu memiliki hubungan yang baik dengan diri sendiri, orang lain dan lingkungan di sekitarnya.

Dengan sehat jiwa, berarti seseorang  mampu mengendalikan semua stressor yang datang baik internal maupun eksternal.

‘’Remaja dan dewasa muda awal adalah individu yang cukup rentan untuk terkena gangguan kesehatan jiwa, hal ini dikarenakan usia ini adalah saatnya seseorang untuk mencari jati diri dan menghadapi kehidupan yang sebenarnya untuk pertama kalinya,’’paparnya.

Seseorang yang tidak mampu merespon kegagalan yang terjadi pada awal kehidupannya akan cenderung untuk depresi sehingga melakukan perilaku yang menyimpang.

‘’Hal tersebut sudah terbukti dari beberapa penelitian yang saya lakukan. Tapi itu semua tetap ada solusinya,’’ terang Eka yang saat ini menjadi staf pengajar di Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Payung Negeri Pekanbaru.

Dampak dari tidak bisa mengendalikan diri tersebut membuat mereka menjadi penggunaan narkoba, alkohol dan seks bebas atau bahkan bunuh diri dikarenakan individu usia muda tersebut melarikan diri dari masalah.

Namun hal tersebut dapat dicegah dan tangani dengan memberikan  pendidikan kesehatan untuk para kawula muda. Penggunaan tekhnologi sangat membantu dalam hal promosi kesehatan, khususnya dalam pencegahan adanya gangguan mental pada usia muda.

Sasaran untuk promosi kesehatan ini dapat dilakukan dengan media komputer atau smartphone yang berbasis internet ini adalah anak-anak muda yang berusia antara 16-25 tahun. Hal ini dilakukan karena usia ini berisiko untuk mendapatkan gangguan jiwa.

Jika seseorang tersebut tidak mempunyai sumber koping yang kuat dan mekanisme koping yang baik, maka seseorang tersebut akan terpuruk ke arah kecemasan berlebihan, depresi atau malah skizofrenia.

‘’Program promosi kesehatan jiwa seperti ini juga bisa dikembangkan di Indonesia terutama di Provinsi Riau. Program ini juga sangat menarik dijalankan, karena hampir sama dengan  penggunaan media sosial lainnya. Dengan promosi yang lebih intents program ini bisa di jalankan di Indonesia.

Masalah kesehatan mental para pemuda dan pemudi di Indonesia yang rata-rata sudah mulai goyah, seperti ditandai dengan banyak nya para remaja atau dewasa muda awal lainnya yang melakukan perilaku menyimpang karena depresi dan tidak bisa mengatasi masalah dalam hidupnya,’’ lanjutnya.

Banyaknya pemakai narkoba, sex bebas atau tawuran bisa diatasi dengan adanya media yang secara tidak langsung juga disukai oleh kaum muda saat ini, yaitu penggunaan internet. Sesuai dengan penelitian yang berjudul Young men’s attitudes and behaviour in relationto mental health and technology: implications forthe development of online mental health services oleh Ellist tahun 2013 yang menyatakan bahwa orang muda adalah pengguna berat teknologi , terutama untuk hiburan dan berhubungan dengan teman-teman nya, tetapi mereka juga menggunakan teknologi untuk mencari informasi dan dukungan.

Sebagian besar peserta survei melaporkan bahwa mereka telah meminta bantuan untuk masalah secara online dan merasa puas dengan bantuan yang mereka terima. Penggunaaan tehnologi lainnya yang bisa juga untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan jiwa pada usia muda adalah dengan media internet dan sebuah program yang dapat memberikan pendidikan. Mereka mengunjungi untuk mencari informasi dan mempelajari tentang kesehatan mental.

Sebanyak 77 persen pengguna telah melakukan pembelajaran tentang pencarian penyelasaian masalah. Banyak keuntungan dalam pengembangan tehnologi saat ini terutama media internet, salah satunya  adalah individu dengan usia muda dapat mengembangkan diri dengan mengisi
‘’Konten-konten yang telah tersedia, sehingga bisa menjadi ajang pengembangan diri dan bisa menjadi sumber koping. Adanya permainan yang mengarah ke terapi perilaku kognitif (CBT) yang secara tidak langsung akan memberikan contoh kepada kalangan muda untuk

berperilaku yang sesuai dengan kaidah-kaidah dan merubah perilaku dan pikiran yang negatif ke arah yang lebih positif,’’ terangnya.(riaupos.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here