Ingin Pertahankan Budaya, Pemuda Simbang Ini Jadi Guru Barazanji dan Zikkiri

55
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BUDAYA – Muhammad Bakri (24) seorang pemuda Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros Sulawesi Selatan berusaha untuk mempertahankan budaya Barazanji dan Zikkiri (zikir) yang sudah mulai hilang.

Pemuda yang berlatar belakang alumni pesantren Ainus Syamsi Maros ini merekrut 20 anak didik dari murid SD 140 Maccinna,Simbang untuk diajari barazanji dan zikir.

Selain mengajar, Bakri juga berprofesi sebagai petani dan bekebun. Hasil taninya kemudian ditabung untuk digunakan sebagai biaya sehari- hari anak didiknya, seperti komsumsi.

Sejak mengajar tahun 2010 lalu, dia sudah memiliki sekitar 50 anak didik yang sudah selesai dan mahir untuk barazanji dan zikir.

Dia tidak pernah memungut biaya dari orangtua anak didiknya, termasuk dari pemerintah. Ia hanya mengandalkan hasil sawah dan kebunnya.

“Saya mulai belajar barazanji sejak duduk SD 140 Macinna. Guru saya itu bernama Jalali, dia kepala Dusun. Memang ini tuntutan keluarga karena, semakin hari, warga yang bisa baranzanji dan zikir susah ditemui,” ujarnya.

Anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Andi Baso dan Nurbaya ini menjelaskan, awalnya saat mulai mengajar, orangtua anak didiknya tidak setuju.

Namun dia berusaha meyakinkannya, dengan cara menyampaikan, bahwa peminat barazanji untuk anak muda sangat kurang. Sementara, yang mahir barazanji sudah tua.

“Awalnya ada yang tidak setuju. Tapi saya sampaikan secara baik- baik, bahwa tidak ada generasi penerus barazanji. Saat ini, yang pintar barazanji sudah tua. Jadi siapa yang bisa, kalau yang tua sudah tidak ada,” ujarnya. (TRIBUNNEWS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here