Denda Pembuang Sampah Sembarangan di Depok Jadi Rp200.000

29
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | DEPOK – Sejak awal 2015 hingga Oktober 2016 ini, sudah ada sekitar 300 pembuang sampah sembarangan atau pembuang sampah ilegal di Depok yang berhasil ditangkap tangan tim khusus Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok.

Mereka dibawa ke meja hijau dan dikenakan tindak pidana ringan (tipiring) dengan ancaman hukuman sesuai Perda DepokNomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum.

Yakni hukuman kurungan paling lama 3 bulan dan atau dendamaksimal Rp 25 Juta.

Mantan Kepala DKP Depok, Zambrowi, yang baru saja dimutasi Agustus 2016 lalu, menuturkan, pada tahun 2015 saat DKP masih dipimpinnya, sekitar 150 pelaku pembuangan sampah ilegal di Depok yang diajukan pihaknya ke Pengadilan Negeri Depok, oleh hakim semuanya divonis denda sebesar seratus ribu rupiah atau kurungan 7 hari.

Vonis denda itu sempat dianggap sejumlah pihak terlalu ringan dan tak akan menimbulkan efek jera.

“Namun mulai tahun 2016 ini, hakim menaikkan dendanya menjadi dua ratus ribu rupiah atau kurungan 14 hari,” kata Zambrowi yang kini menjabat Sekertaris DPRD Depok.

Keputusan ini kata dia cukup baik karena sedikit banyak lebih memberi efek jera ke warga agar tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Ia berharap tahun depan atau 2017, majelis hakim kembali menaikkan dendanya, jika memang pelaku pembuangan sampahtetap banyak,

Sementarta itu Kepala DKP Depok Etty Suryahati, menuturkan sepanjang 2016 ini ada 141 pelaku pembuang sampah ilegal di Depok yang tertangkap tangan tim khusus DKP.

Sebanyak 141 warga yang tertangkap tangan itu, sebagiannya adalah warga luar Depok.

Kebanyakan dari mereka, katanya, diketahui sengaja membuang sampah dalam sedikitnya satu mobil bak terbuka, ke lahan kosong dan sepi yang agak jauh dari pemukiman di wilayah Depok.

Etty mengatakan ke depan tim buser sampah yang dibentuk sejak 2015 lalu itu akan terus memonitor dan mengawasi pelaku pembuang sampah ilegal serta menangkap tangan mereka.

“Sepanjang 2016 sampai Oktober ini ada 141 orang pembuang sampah ilegal yang kami tangkap. Jumlah ini tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya,” kata Etty, kepada wartawan, Selasa (25/10).

Diharapkan kata dia, dengan hal ini ada efek jera bagi warga agar tidak membuang sampah sembarangan apalagi membuangnya di tempat yang bukan tempat pembuangan sampah.

“Sebab masalah sampah ini menjadi concern kami saat ini, dimana warga Depok sudah kami wajibkan untuk memilah sampah dahulu sebelum dibuang. Dengan begitu diharapkan volume sampah di Depok bisa ditekan,” kata Etty.

Sementara itu Juru Bicara PN Depok, Hendri Irawan, menyebutkan besaran denda yang diberikan hakim atas setiap kasus tipiring sangat tergantung pertimbangan hakim dan melihat kasus per kasus.

Namun kata dia untuk pelaku pembuangan sampah ilegal di Depok ini, ada keinginan hakim agar efek jera dari sanksi yang diberikan benar-benar membuat warga tidak membuang sampah sembarangan.

“Karenanya, besaran denda naik itu bisa sangat mungkin, selama memang masih sesuai Perda yang ada,” katanya.

(tribunnews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here