BERANDA SENI HIBURAN Film terbaru Tim Burton menggulung The Magnificent Seven

81
0

BHARATANEWS.ID | FILM – Sineas Tim Burton (58) kembali menghadirkan karya terbarunya, Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children. Dalam debut akhir pekan penayangannya pada 30 September-2 Oktober 2016, film yang dibintangi Eva Green itu mengumpulkan USD28,5 juta (Rp370 miliar).

Alhasil puncak daftar film terlaris di Amerika Serikat yang pekan sebelumnya ditempati The Magnificent Seven langsung jadi milik mereka.

“Tim Burton adalah salah satu persona yang paling unik dalam industri film. Dia membangun reputasi sebagai sutradara berbeda dengan yang lainnya,” kata Paul Dergarabedian, analis media senior untuk comScore, kepada USA Today (2/10/2016). “Sudah cukup lama dia tidak memiliki film yang jadi hit, jadi ini adalah berita baik untuknya.”

Film terakhir Burton yang memuncaki box office pada akhir pekan perdana penayangannya adalah Alice in Wonderland (2010). Setelah itu, film-film arahan pria kelahiran Burbank, California, itu seperti kepayahan mendaki puncak. Big Eyes (2014) misalnya. Mentok di posisi ke-15. Frankenweenie (2012) tercecer di urutan kelima. Nasib lebih baik dirasakan Dark Shadows (2012) yang menempati anak tangga kedua.

Dilansir Los Angeles Times (27/9), Miss Peregrine’s yang diadaptasi dari novel kisah fantasi berjudul sama, laiknya kebanyakan film Burton selama ini, dibuat dengan menghabiskan dana USD110 juta. Dengan catatan, dana tersebut belum termasuk ongkos promosi.

Oleh karena itu, 20th Century Fox sebagai distributor berharap besar pendapatan film tersebut pada pekan-pekan mendatang semakin bertambah. Pemasukan dari pasar internasional juga jadi tumpuan demi mengembalikan modal yang telah keluar.

Beruntung respon datang sesuai harapan. Menyitir laman situs web Screen Daily, film yang juga memasang nama Asa Butterfield, Chris O’Dowd, Judi Dench, dan Ella Purnell itu juga memuncaki tangga film terlaris di kawasan luar AS. Tayang di 59 pasar internasional, termasuk Indonesia, uang sebanyak USD36,5 juta berhasil dikantongi.

Wilayah penyumbang terbanyak adalah Korea Selatan (USD5,2 juta), Inggris (USD4,6 juta), Meksiko (USD3,8 juta), Australia (USD3,1 juta), dan Filipina (USD1,7 juta). Pekan depan, ada 20 negara lagi yang dimasuki, termasuk Rusia, India, dan Jerman.

“Sentuhan kreatif Tim dan sumber asli filmnya yang merupakan sebuah buku terlaris menghasilkan perpaduan yang mampu menarik minat penonton,” kata Chris Aronson, Kepala Distribusi Domestik 20th Century.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here