Anak Pensiunan PNS DKI Jadi Jambret di Depok

64
BERBAGI

BHARATANEWS.ID | DEPOK – Merasa uang jajannya sebesar Rp 25.000 perhari kurang, Ali Maulana Yusuf (18) mengajak rekannya sesama pelajar Paket C SMA di Depok yakni Mansyurdin (19) alias Udin, untuk melakukan aksi kejahatan berupa penjambretan.

Berbekal sepeda motor Honda Beat milik Ali, kedua warga Cimanggis ini, menjambret HP Lenovo milik Bunga Azalea Namira (26), di Jalan Raya Ciampeun, Tapos, Depok, Selasa (25/10/2016) dinihari.

Saat itu Bunga dibonceng sepeda motor oleh rekannya Erma Nurmuafatuz Zahra (24) sesama karyawan pabrik di Cimanggis. Mereka hendak pulang ke rumah mereka di Tapos, Depok.

Namun saat Bunga memainkan HP nya dan melihat pesan yang masuk, Ali dan Udin memepet mereka dengan sepeda motornya.

Udin yang berada diboncengan motor dengan sigap merampas HP Lenovo dari tangan Bunga.

Mengetahui HP nya dirampas, Bunga pun berteriak. Teriakan Bunga mendapat perhatian pengendara motor lainnya yang langsung mengejar pelaku sembari meneriaki.

Di lampu merah di Jalan Ciampeun, Ali dan Udin berhasil dibekuk warga. Keduanya sempat babak belur dihajar warga yang marah.

Bahkan motor mereka dirusak massa dan hampir dibakar.

Namun keduanya akhirnya digiring ke Mapolsek Cimanggis, Depok, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

‪Kapolresta Depok Kombes Harry Kurniawan mengapresiasi warga yang bertindak cekatan dan membantu korban untuk membekuk pelaku, serta tidak melakukan aksi main hakim sendiri lebih jauh.

Menurut Harry, aksi perampasan Ali dan Udin awalnya adalah salah bentuk kenakalan remaja yang akhirnya berujung tindak pidana kejahatan jalanan.

“Kami masih kembangkan kasus ini, untuk melihat adakah jaringan mereka serta apakah mereka sudah sering melakukan perampasan seperti ini atau tidak,” kata Harry, Selasa (25/10/2016).

Sebab dari pengakuan keduanya, kata Harry mereka mengaku baru kali ini beraksi. Alasannya, Ali merasa uang jajannya sebesar Rp 25.000 kurang untuk sekolah paket C dan bermain games online.

Sebab ayah Ali hanyalah pensiunan PNS DKI golongan rendah, di dinas yang dulunya DLLAJ dan kini berubah menjadi Dishub DKI.

“Meski mengaku baru sekali, kami tidak begitu saja percaya. Sebab di kawasan Ciampeun, Tapos ini, sebelumnya ada juga peristiwa perampasan terjadi. Apakah yang sebelumnya itu, mereka juga pelakunya masih dikembangkan penyidik,” kata Harry.

Kapolsek Cimanggis Komisaris Agung mengatakan atas peristiwa ini pihaknya sementara mengamankan sepeda motor pelaku dan satu unit HP korban untuk barang bukti.

Kedua pelaku, katanya akan dijerat Pasal 368 KUHP tentang perampasan dengan ancaman hukuman hingga 7 tahun penjara.

“Ke depan, petugas kami akan lebih mengintensifkan lagi patroli ke wilayah-wilayah rawan seperti Ciampeun, Tapos ini, di malam hari,’ kata Agung.

(wartakota.tribunnews.com)