12 Kesalahan Pengusaha Saat Jalani Bisnis

60
SHARE

BHARATANEWS.ID l Bisnis – Pengusaha yang cerdas atau sukses wajar melakukan kesalahan. Meski pun mereka melakukan persiapan yang matang, tetapi ada beberapa tantangan yang tidak diharapkan datang pada setiap pengusaha.

Tidak masuk akal apabila pengusaha siap berbisnis tanpa amunisi. Padahal mereka dapat belajar dari pengusaha profesional yang lebih berpengalaman.

Dengan demikian, berikut kesalahan yang berakibat fatal yang dilakukan oleh pengusaha seperti dilansir dari CNBC seperti ditulis Kamis (20/10/16):

1. Meremehkan waktu

Zhifei Li, CEO Mobvoi meremehkan tantangan yang dihadapinya saat mulai berbisnis. Mobvoi adalah sebuah perusahaan rumahan yang bergerak di bidang teknologi, salah satunya smartwatch atau jam tangan pintar.

Li pun seorang ahli bahasa dengan gelar PhD pada bidang ilmu komputer John Hokins. Ia juga mantan peneliti riset Google untuk spesialisasi bidang terjemahan.

Saat Ticwatch rilis pertama kali, Li mengumumkan tanggal pengiriman sebelum ada konfirmasi jam tangan pintar tersebut sudah siap dikirim. Nyatanya, produksi terlambat dan Mobvoi melewati masa emas pada penjualan.

Li menyadari, dirinya meremehkan rumitnya rantai penjualan, lamanya proses pengiriman dan lambatnya produksi besar di bagian pabrik. Li mendapatkan pelajaran dari keteledoran. Jadi “Pengalaman di bidang sama tetap memiliki celah pada pengetahuan Anda.”

2. Tetap mempekerjakan karyawan dengan performa buruk

Chris Myers melakukan kesalahan  berakibat fatal dengan tetap mempekerjakan karyawannya yang memiliki performa di bawah standar.

Chris ragu untuk melakukan tindakan pada karyawannya. Chris yakin karyawannya dapat mengubah sikap negatif diri sendiri. Namun, sikap tersebut menyebar ke karyawan lainnya dan membuat perusahaan Chris dalam masalah.

Pelajaran yang dapat diambil dari kesalahan Chris ini adalah jika Anda ingin memecat karyawan, lakukan dengan tegas. Membiarkan karyawan dengan performa buruk mengakibatkan kinerja perusahaan menurun.

3. Mengembangkan sistem outsourcing atau kontrak terlalu lama

Josh Stern dan Adam Cooper adalah co-founder sebuah aplikasi pencari restoran, Wine ‘n Dine. Mereka sebenarnya tidak terlalu ahli dalam teknik seperti coding, tetapi mereka tetap mengembangkan aplikasi tersebut tanpa bantuan siapapun.

Kesalahan mereka adalah mereka terlalu lama mengembangkan aplikasi agar cepat dan mengandalkan perusahaan lain dibandingkan tim teknisi di dalam perusahaannya.

Jika Anda bukan seorang ahli teknisi, Anda perlu merekrut tim internal. Selain itu, Josh pun mengatakan setelah mereka merekrut seorang teknisi, semuanya berubah. Mereka menghemat tenaga, waktu dan uang.