Waspadai 5 Parasit yang Dapat Masuk ke Tubuh Saat Traveling

67
0

BHARATANEWS.ID | TRAVELING –¬†Liburan merupakan kegiatan menyenangkan yang diinginkan setiap orang. Selain bisa mengunjungi tempat baru, ada beragam aktivitas yang bisa dilakukan. Seperti jalan-jalan melihat pemandangan, berwisata kuliner, berenang atau bermain olahraga air lainnya. Namun, di balik keseruan aktivitas liburan ternyata ada hal-hal yang kamu perlu waspadai. Salah satunya parasit.

Parasit adalah organisme yang bergantung pada organisme lain, yang dikenal sebagai inang (host), untuk makanan dan tempat tinggal. Tidak hanya itu, parasit juga bisa berkembang biak di tubuh inangnya.

Berikut 5 jenis parasit yang dapat masuk ke tubuhmu saat liburan dan menimbulkan masalah kesehatan.

Diphyllobothrium latum

cacing parasit
Cacing Diphyllobothrium latum (sumber: CDC)

Ini adalah jenis cacing pita terbesar yang dapat menginfeksi manusia. Mereka dapat tumbuh hingga 9,1 meter. Jika kamu terinfeksi parasit ini biasanya tidak akan ada gejala yang muncul, alias asimptomatik. Namun, bisa menimbulkan berbagai komplikasi seperti sumbatan pada usus dan penyakit kandung kemih karena migrasi cacing yang sedang bereproduksi. Untuk mendeteksi infeksi ini, pasien perlu melakukan pemeriksaan kotoran.

Infeksi ini bisa didapatkan dari mengonsumsi ikan mentah atau belum benar-benar masak. Biasanya ditemukan di kawasan Eropa Timur, Amerika Utara, dan Asia.

Schistosoma

cacing parasit
Cacing schistosoma (sumber: CDC)

Ini adalah parasit cacing yang dapat menyebabkan penyakit schistosomiasis, yang juga dikenal dengan nama Bilharzia. Lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia pernah terinfeksi oleh parasit ini. Mereka biasanya hidup pada siput air tawar tertentu. Ini tanda bahwa kamu harus berhati-hati saat berenang di tempat alami seperti sungai.

Gejala dari penyakit ini biasa baru muncul setelah dua bulan, seperti demam, keringat dingin, batuk, dan nyeri otot. Namun ada kasus, di mana pasien tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Untuk mengobatinya, dokter biasanya akan beberikan obat praziquantil untuk membunuh parasit ini.

Cyclospora cayetanensis

cacing parasit
Gambaran mikroskopis Cyclospora cayetanensis (sumber: CDC)

Ini adalah parasit mikroskopis yang dapat menyebabkan sakit pada saluran pencernaan. Kamu bisa mendapatkan infeksi parasit ini, jika mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Sehingga, mereka yang hidup atau berpergian ke negara, di mana cyclosporasis menjadi endemik memiliki resiko lebih tinggi mengalami infeksi. Biasanya parasit ini bisa ditemukan di negara tropis dan sub-tropis.

Toxoplasma

cacing parasit
Gambaran mikroskopis parasit toxoplasma (sumber: CDC)

Parasit ini merupakan salah satu penyebab kematian utama di Amerika Serikat, yang berhubungan dengan makanan. 60 juta orang di Amerika Serikat membawa parasit ini, namun hanya sedikit yang menunjukkan gejala karena imun sistemnya sehat. Tapi, jika ini menyerang ibu hamil atau siapapun dengan sistem imun rendah, maka dapat berakibat fatal.

Anisakid

cacing parasit
Cacing anisakid penyebab anisakiasis (sumber foto : CDC)

Ini adalah cacing parasit yang dapat menyebabkan penyakit Anisakiasis. Cacing ini akan menyerang sistem pencernaan inangnya, akibatnya mereka yang menbawa anisakid akan menunjukkan beberapa gejala. Seperti, nyeri perut, mual dan muntah, perut kencang, diare, adanya darah dan lendir pada kotoran, serta deman ringan.

Hati-hati, jika kamu menyantap seafood saat liburan. Karena telur cacing ini biasanya dicerna oleh hewan laut, misalnya ikan dan cumi-cumi. Perlu dipastikan kamu mengonsumsi makanan yang benar-benar matang. Kebanyakan kasus ditemukan di Jepang, karena masyarakat disana terbiasa mengonsum ikan mentah. Sementara di wilayah lain, jarang ditemukan.

(viva.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here