Tren Wisatawan Generasi Muslim Muda Makin Berkembang

48
SHARE

BHARATANEWS.ID | PARIWISATA – Tren konsumerisme yang fokus kepada Generasi Muslim atau Generasi M semakin meningkat. Begitu pula dalam sektor pariwisata.

Berdasarkan hasil riset dari Pew Research Center on Religion and Public Life, jumlah Muslim dalam 40 tahun ke depan akan meningkat 73%. Dari 1,6 miliar tahun 2010 menjadi 2,8 miliar tahun 2050.

“Populasi Muslim berkembang sangat pesat. Dan banyak yang muda,” ujar Shelina Janmohamed, Wakil Presiden Ogilvy Noor dalam Media Discussion ‘Understanding Generation M: Young Muslims Changing the World’ di Ogilvy Office, Sentral Senayan III, Jakarta, Selasa (25/10/2016).

Wanita yang menulis buku ‘Generation M: Young Muslim Changing the World’ yang akan diperkenalkan di Indonesia ini menjelaskan bahwa dari 1,6 miliar Muslim tersebut banyak di antaranya adalah anak muda yang bisa disebut Generasi M. Di mana 1/3 disebutkan berusia di bawah 15 tahun dan 2/3 berusia di bawah 30 tahun.

Gaya hidup bernuansa Muslim para Generasi M ini pun menjangkau berbagai sektor, termasuk pariwisata halal. Dalam traveling, mereka cukup mementingkan berbagai hal yang sesuai dengan keyakinannya. Mulai makanan halal hingga destinasi wisata dengan fasilitas yang ramah Muslim, mereka juga cukup vokal di media sosial.

“Generasi M ini rasa ingin tahunya tinggi. Tak cukup halal label saja. Tapi bagaimana mereka diperlakukan dan apakah destinasi yang mereka kunjungi lebih bagus dari destinasi lain,” jelas Shelina.

Indonesia sebagai salah satu negara Muslim terbesar di dunia, berusaha memanfaatkan tren wisatawan Generasi M ini untuk meningkatkan kunjungan wisman. Banyak destinasi memesona yang bisa dipromosikan untuk menarik wisatawan Muslim.

“Indonesia is a great untold story. Negara yang fantastis, kaya budaya. Tapi harus lebih dipromosikan,” kata Shelina.

Kunjungan wisatawan Muslim ke Tanah Air sendiri dalam tiga tahun belakangan menunjukkan peningkatan. Terdapat peningkatan sebanyak 10% dari tahun 2014 ke 2015.

“Ini pasar yang besar, lebih besar dari pasar China. International turis besar, yang domestik juga besar,” tutur Riyanto Sofyan, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kemenpar.

Walaupun telah meningkat, promosi dan pengembangan pariwisata halal tetap harus ditingkatkan karena Indonesia selama ini Indonesia baru menarik 1,2% dari total market share dunia. Sedangkan Malaysia telah mendapatkan 25% dan Thailand 24% di tahun lalu.

Pemerintah pun telah mulai melakukan berbagai strategi untuk mengembangkan pariwisata Muslim. Mulai dari mengadakan lomba pariwisata halal serta mengikuti kompetisi internasional, promosi lewat berbagai media cetak maupun online, mengembangkan destinasi ramah Muslim hingga memberi pelatihan kepada para pekerja di sektor pariwisata. (DETIK.COM)