Reza Rahadian gerah disebut mendominasi film Indonesia

39
0
SHARE

BHARATANEWS.ID l FILM – Jaringan bioskop di Indonesia rutin menayangkan ratusan film nasional setiap tahun, setidaknya sejak tiga tahun terakhir. Oleh karena itu, aktor Reza Rahadian gerah disebut mendominasi. Pasalnya jumlah film yang dibintanginya tidak cukup menguatkan anggapan tersebut.

Banyak komentar memang yang mengatakan produser seolah hanya mengandalkan sosok peraih tiga Piala Citra itu. Pangkal datangnya sindiran tersebut karena mendapati empat film Reza yang telah tayang sepanjang 2016 yang belum lagi rampung ini, yaitu Talak 3 (tayang 4/2), My Stupid Boss (19/5), Rudy Habibie (30/6), dan 3 Srikandi (4/8).

Itu belum ditambah dengan kehadirannya dalam film Firegate yang cuplikannya mulai wira-wiri di YouTube. Atau kabar keterlibatannya dalam film biografi drama Kartini.

“Saya klarifikasi ya. Tahun ini saya hanya syuting dua film, yaitu Rudy Habibie dan Surga Yang Tak Dirindukan 2. Soalnya telinga saya gerah mendengar sindiran film Indonesia isinya Reza doang. Kenapa banyak film saya yang tayang tahun ini? Itu keputusan produser,” katanya saat ditemui dalam acara pembacaan nominasi Festival Film Indonesia di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat (14/10/2016).

Bagaimana dengan filmnya yang lain? “Film My Stupid Boss syutingnya tahun lalu. Kemudian 3 Srikandi kita syuting dua tahun lalu,” tambahnya.

Reza sedikit silap. Sesungguhnya tahun ini ia juga telah menyelesaikan syuting drama biografi tentang R.A. Kartini. Film tersebut sekarang sedang dalam tahap pascaproduksi untuk rencana penayangan April 2017.

Arya Ibrahim, manajer Reza, saat dihubungi via telepon (16/10), berkilah bahwa dalam film garapan Hanung itu, Reza hanya tampil sebagai pemain pendukung, alih-alih pemain utama laiknya My Stupid Boss atau Rudy Habibie.

Dalam film tersebut, Reza berperan sebagai R.M. Panji Sosrokartono, kakak kandung Kartini yang dimainkan oleh Dian Sastrowardoyo. “Tapi porsi mainnya dia sekitar dua scene saja,” ungkap Arya.

Kesilapan lain terjadi saat mengatakan syuting 3 Srikandi berlangsung dua tahun lalu atau 2014. Sejatinya proses pengambilan gambar film tentang prestasi atlet panahan Indonesia dalam Olimpiade Seoul 1988 berlangsung pada Juli 2015.

Perubahan pada jadwal penayangan film tersebut yang terjadi. Awalnya direncanakan November 2015, namun bergeser menjadi 4 Agustus 2016.

“Ada 137 film lebih dalam setahun. Hei, itu kan banyak banget aktornya. Enggak hanya saya doang. Kalau ada aktor bermain dalam empat film dari 137 film, kebetulan penontonnya banyak. Buat saya itu adalah apresiasi dari publik,” jelasnya.

Jadi langganan para produser bermain dalam sebuah film juga membuktikan kualitas aktingnya. Hal tersebut diakui Garin Nugroho, sutradara yang memercayai Reza sebagai pemeran Tjokroaminoto.

Dalam hemat sutradara film Guru Bangsa: Tjokroaminoto itu, Reza adalah aktor langka. “Sebab sedikit sekali aktor yang bisa mentransformasi diri menjadi tokoh, contohnya Habibie. Saya memilih dia karena bisa memerankan tokoh Habibie. Reza punya keinginan dan hasrat berperan dari karakter satu ke yang lain,” kata Garin dilansir

“Reza itu aktor luar biasa. Orangnya sangat profesional, jadinya enak diajak kerja sama atau diskusi tentang sebuah peran,” ungkap Iman Brotoseno saat mengunjungi kantor redaksi Beritagar.id (28/10/2015) dalam rangka promosi film 3 Srikandi garapannya.

Dan kualitas akting Reza kembali terbukti. Dua kali namanya masuk dalam kategori “Pemeran Utama Pria Terbaik” di FFI 2016 yang pemenangnya akan diumumkan pada 6 November. Ia berhasil masuk berkat perannya dalam Rudy Habibie dan My Stupid Boss.

Reza mengulangi pencapaiannya dalam ajang serupa tahun lalu. Polanya juga sama persis. Kala itu namanya masuk dua kali berkat aktingnya dalam film biografi Guru Bangsa: Tjokroaminoto dan Kapan Kawin? yang bergenre komedi.

Hanya saja ia kemudian harus mengakui hasil akhir para dewan juri yang memilih aktor senior Deddy Sutomo (75) sebagai pemenang.

Untuk tahun ini, aktor yang semula berkeinginan jadi atlet renang itu optimistis bakal membawa pulang Piala Citra keempatnya.

Saat ditanya kans terbesarnya menang dalam film apa, Reza terdiam sejenak sembari menerawang. “Kalau saya harus memilih antara dua film itu, pilihan saya adalah My Stupid Boss,” ucapnya mantap.

“Transformasi dalam memainkan tokoh itu enggak tangung-tanggung. Ceritanya menarik. Rudy bukan berarti tidak bagus, buktinya jadi nomine film terbaik. Tapi secara karakter, jangkauan emosi dalam My Stupid Boss lebih bervariasi. Kita lihat nanti saja.”

Reza pantas menaruh optimisme, pasalnya ia sudah mendapatkan penghargaan sebagai “Aktor Pria Terpuji” berkat aktingnya dalam film tersebut pada acara Festival Film Bandung 2016 (24/9).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here